Yogyakarta tambah satu rangkaian kereta ekstra Lebaran

id kereta tambahan,lebaran,daop 6

Yogyakarta tambah satu rangkaian kereta ekstra Lebaran

Ilustrasi (ANTARA/Khaerul Izan)

Yogyakarta (ANTARA) - PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta akan menambah satu rangkaian kereta untuk kereta ekstra lebaran sehingga total kereta tambahan pada masa angkutan Lebaran 2019 menjadi delapan kereta.

“Ada satu tambahan rangkaian kereta untuk kereta Lodaya. Dengan demikian, akan ada dua rangkaian kereta Lodaya tambahan yang akan dioperasionalkan,” kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta Eko Budiyanto di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, penambahan rangkaian kereta Lodaya yang melayani relasi Bandung-Yogyakarta-Solo Balapan tersebut dilakukan karena okupansi untuk rute tersebut cukup tinggi selama masa angkutan lebaran.

Selain tujuan ke Bandung, Eko menambahkan, rute dengan tingkat okupansi yang cukup tinggi selama masa angkutan Lebaran adalah Jakarta-Yogyakarta-Solo sehingga untuk memenuhi permintaan dijalankan empat rangkaian kereta tambahan.

Delapan kereta tambahan yang akan dioperasionalkan adalah Argolawu dan Argo Dwipangga dengan relasi Solo Balapan-Jakarta Gambir, Taksaka Tambahan dan Taksaka Lebaran untuk relasi Yogyakarta-Jakarta Gambir,

Untuk melayani rute Yogyakarta Tugu-Surabaya Gubeng akan dioperasionalkan kereta Sancaka Lebaran, dan dua rangkaian kereta Lodaya untuk rute Solo-Bandung, serta Mataram Ekspres yang melayani rute Pasar Senen-Lempuyangan.

Total tambahan tempat duduk dari kereta ekstra Lebaran yang akan dioperasionalkan mencapai 76.398 tempat duduk yang akan mendukung operasional 17 kereta reguler dari Daop 6 Yogyakarta dengan total kapasitas mencapai 277.332 tempat duduk setiap hari.

“Untuk angkutan Lebaran tahun ini, kami memperkirakan ada kenaikan jumlah penumpang sekitar empat hingga lima persen dibanding tahun lalu,” katanya yang menyebut akan ada sekitar 669.400 penumpang yang akan menggunakan kereta di Daop 6 selama Lebaran.

Masa angkutan Lebaran 2019 ditetapkan mulai 26 Mei hingga 16 Juni dengan perkiraan puncak arus mudik terjadi pada 30 Mei dan puncak arus balik pada 10 Juni.

“Operasional angkutan Lebaran adalah kegiatan rutin dilakukan tiap tahun, namun kami pun selalu memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk kelancaran operasi tetap kami siapkan dan rutin kami cek. Mulai dari kesiapan kereta dan lokomotif, serta kesiapan stasiun dan jalur perlintasannya,” katanya.
 

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar