"Humanity Food Truck" ACT DIY akan bagikan makanan gratis selama Ramadhan

id Act diy

"Humanity Food Truck" ACT DIY akan bagikan makanan gratis selama Ramadhan

Kepala Cabang ACT DIY Bagus Suryanto menjelaskan program Ramadhan "Marhaban Yaa Dermawan" saat jumpa pers di Yogyakarta, Rabu. (Foto Antara/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Armada Humanity Food Truck milik Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan mengelilingi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk membagikan makanan secara gratis selama Bulan Ramadhan 2019.

"Selama Ramadhan armada 'Food Truck' akan berkeliling DIY untuk membagi-bagikan ribuan makanan secara gratis," kata Kepala Cabang ACT DIY Bagus Suryanto saat jumpa pers di Yogyakarta, Rabu.

Menurut Bagus, masakan yang akan digabi-bagikan kepada masyarakat kurang mampu secara cuma-cuma tersebut merupakan hasil olahan langsung dari para chef yang memiliki keahlian memasak dengan standar hotel bintang lima.

"Kami akan berkeliling utamanya ke daerah-daerah minus termasuk pondok pesantren serta masjid-masjid dengan makanan yang dibagikan minimal 1.000 paket makanan," kata dia.

Ia mengatakan penyaluranan makanan gratis itu merupakan bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan yang terangkum dalam program Ramadhan bertema "Marhaban Yaa Dermawan". Melalui program itu, ACT DIY juga mengajak para pemangku kepentingan untuk menjadikan Ramadhan sebagai bulan akselerasi kedermawanan.

"Sekalipun negeri ini masih disibukkan dengan tema politik, kita masih perlu mengingat bahwa permasalahan kemiskinan di negeri ini masih sangat mengkhawatirkan," kata dia.

Selain penyaluran bantuan ribuan paket pangan, menurut Bagus, ada juga program Paket Pendidikan dan Mobile Sosial Rescue (MSR) berupa pendampingan dan pemberian bantuan untuk perorangan yang sakit tetapi tidak mampu menanggung biaya berobat.

Di tingkat nasional, menurut dia, selama momentum Ramadhan ini ACT juga akan memberangkatkan Kapal Ramadhan dari lima titik dengan membawa paket-paket pangan. "InsyaAllah kami akan menyasar ratusan ribu masyarakat prasejahtera di seantero Nusantara," kata dia.

Sementara itu, mengenai permasalahan kekeringan tahunan di Wilayah Gunung Kidul, menurut Bagus, hingga saat ini masih menjadi sorotan ACT DIY karena krisis air bersih terjadi hampir di setiap musim kemarau. ACT DIY telah membangun 18 titik sumur wakaf untuk membantu masyarakat yang kesulitan air bersih.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) DIY Abdullah Sunono mengatakan tema "Marhaban Yaa Dermawan" yang dihadirkan ACT mengajak masyarakat untuk memiliki jiwa kedermawanan yang tinggi.

"Ramadhan adalah momen terbaik bagi para dermawan untuk kemudian menebar amal baik.Tujuan finalnya, program-program yang diberikan juga bisa berperan sebagai pengentas kemiskinan," kata dia.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar