ARI gelar simulasi siaga bencana di SMAN 1 Depok

id Simulasi bencana

ARI gelar simulasi siaga bencana di SMAN 1 Depok

Simulasi siaga bencana yang digelar ACT DIY bersama siswa SMA N 1 Depok, Sleman, Jumat, untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2019. (ANTARA/HO/Act/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Akademi Relawan Indonesia (ARI) menggelar pelatihan dan simulasi siaga bencana untuk seluruh siswa SMA N 1 Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2019.

Kepala ARI, Andri Perdana mengatakan simulasi kesiapsiagaan penting karena Yogyakarta memiliki berbagai potensi bencana alam, contohnya gempa Bantul tahun 2006, erupsi Merapi Tahun 2010, angin puting beliung, kebakaran, dan banjir beberapa tahun terakhir.

"Saat gempa di Bantul tahun 2006, memakan korban sedikitnya 6.234 jiwa, itu terjadi di luar jam kegiatan belajar, seandainya terjadi saat jam kegiatan belajar mengajar sekolah, potensi korban yang ditimbulkan lebih banyak," kata dia.

Kegiatan simulasi diawali dengan memberikan pelatihan dan pembekalan kepada setiap perwakilan kelas Pramuka Peduli dan PMR Sekolah.

Dalam kegiatan itu, siswa diberikan materi potensi bencana di Yogyakarta, analisis risiko bencana di sekolah dan melakukan workshop pemetaan sekolah untuk pembuatan jalur evakuasi dan titik kumpul ( assembly point ).

Setelah kegiatan pelatihan, seluruh perwakilan siswa kembali ke kelas untuk melakukan briefing dan simulasi siaga bencana dengan mengarahkan seluruh siswa menuju titik kumpul (assembly point) melalui jalur evakuasi yang sudah ada.

"Pada sesi selanjutnya siswa juga mendapatkan pelatihan pemadaman kebakaran dengan menggunakan APAR ( Alat Pemadaman Api Ringan ) untuk antisipasi jika sewaktu waktu terjadi kebakaran di sekolah atau di rumah," kata dia.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Depok, Eko Yulianto, mengapresiasi kepada tim Akademi Relawan Indonesia, atas terselenggaranya kegiatan simulasi tersebut.

"Besar harapan dari pihak sekolah agar program Tanggap Bencana ini terus berkelanjutan antara Akademi Relawan Indonesia dengan pihak sekolah di berbagai kesempatan" kata Eko.

Sementara itu ketua OSIS SMAN 1 Depok, Deandra juga menyampaikan rencananya untuk mengadakan pelatihan tanggap bencana secara rutin. "setiap tahun akan diagendakan kegiatan seperti ini, yang juga menjadi kegiatan OSIS tahunan dan lebih intens," kata Daendra.

Selain pelatihan dan simulasi, dalam Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana ini, pihak sekolah juga menggalang kepedulian untuk berbagai bencana yang terjadi di Indonesia. Kegiatan diakhiri dengan pihak sekolah menitipkan donasi sebesar Rp3.188.000 untuk pemulihan pasca gempa Lombok yang akan disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang hingga hari ini masih terus dalam masa pemulihan.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar