BPBD Sleman mengantisipasi kekeringan air bersih di Prambanan

id Droping air bersih

Sejumlah warga antre air bersih di musim kemarau. (Foto : Slamet Agus Sudarmojo.)

Sleman (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengantisipasi potensi kekeringan air bersih di wilayah Kecamatan Prambanan memasuki musim kemarau tahun ini.

"Saat ini potensi kekeringan air bersih hanya di wilayah Prambanan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan di Sleman, Sabtu.

Menurut dia, sebelumnya wilayah yang berpotensi terjadi kekeringan juga terdapat di wilayah Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, namun tahun ini wilayah tersebut sudah ada jaringan PDAM.

"Balecatur, Gamping tidak ada lagi kekeringan air bersih karena sudah ada jaringan pipa PDAM dan sudah ada pengeboran sumur dalam air bersih sehingga sudah tercukupi," tambahnya.

Ia mengemukakan, saat ini BPBD Sleman tinggal fokus mengatasi kekeringan di wilayah Prambanan. Terutama di Dusun Kikis yang menjadi langganan kekeringan.

"Dusun Kikis berada di kawasan perbukian sehingga sulit dijangkau sistem perpipaan," ujarnya.

Makwan mengatakan, BPBD Sleman saat ini telah siap untuk menangani kekeringan air bersih.

"Apapun yang terjadi kami tetap akan menyiapkan 75 tangki air beesih untuk keadaan darurat. Jika kurang bisa ditambah lagi di anggaran perubahan," sebutnya.

Ia menambahkan, diperkirakan permintaan droping air akan banyak terjadi pada Agustus hingga September 2019.

"Kalau saat ini warga masih memiliki air dari bak tampungan air hujan," lanjutnya.

Sedangkan Camat Prambanan Rasyid Ratnadi Sosiawan mengatakan Pemerintah Kecamatan Prambanan optimistis tahun ini sudah zero droping air.

"Di Prambanan saat ini air bersih sudah tidak masalah. Prambanan sudah zero droping karena air melimpah," ujarnya.

Ia mengemukakan, saat ini di Prambanan sudah memiliki tiga Organisasi Pengelolaan Air (OPA) yang berada di desa-desa rawan kekeringan, seperti Gayamharjo, Wukirharjo dan Sambirejo.

"Air sekarang sudah tidak masalah untuk Prambanan. Air kami dari bawa di Desa Bokoharjo dan Sumberharjo kemudian dipompa dan ditarik ke atas di penampungan, untuk perawatan jaringan dan operasional lainnya nanti ada iuran warga," jelasnya.

Ia juga memastikan sumur bor yang berada di Umbulsari B dalam kondisi baik. Termasuk pompa air dan sistem pipa.

"Pipa kami lewatkan di jalan yang tidak dilintasi truk-truk besar," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar