Wisudawan terbaik Instiper Yogyakarta asisten perusahaan kebun sawit

id Wisuda Instiper

Wisuda Sarjana ke-73 dan Wisuda Pascasarjana ke-19 Istitut Pertanian Stiper Yogyakarta (Istimewa)

Yogyakarta (ANTARA) - Wisudawan peraih nilai Indeks Prestasi Komulatif terbaik Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarta pada wisuda sarjana periode ke-73 tahun 2019 diraih Jono Maryanto yang merupakan asisten sebuah perusahaan kebun sawit.

"Hari ini saya sangat bangga, karena wisudawan terbaik untuk Program Sarjana merupakan karyawan dari PT. Citra Borneo Indah yang diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya di Instiper," kata Rektor Instiper Purwadi dalam acara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana 2019 di Grha Instuper Yogyakarta, Sabtu.

Sebanyak 518 wisudawan mengikuti wisuda sarjana ke-73 dan wisuda pascasarjana ke-19. Program Sarjana Strata 1 meluluskan 508 orang mahasiswa, sedangkan program Magister Manajemen Perkebunan Kelapa Sawit meluluskan 10 orang.

Dia mengatakan Jono Maryanto memulai karirnya sebagai mandor di kebun kelapa sawit pada 2006, dan pada 2012 naik menjadi asisten kebun, kemudian mulai 2015 melanjutkan pendidikan di Instiper Yogyakarta.

"Jono Maryanto lulus dengan predikat 'cumlaude' dengan IPK 4.00. Tentunya ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan mitra untuk juga mengirimkan karyawannya ke Instiper dalam rangka peningkatan kapasitas," katanya.

Purwadi menjelaskan, dari lulusan program sarjana, Fakultas Pertanian menyumbang lulusan sebanyak 350 mahasiswa yang terdiri 233 orang mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi dan 117 orang dari Program Studi Agribisnis.

Kemudian Fakultas Teknologi Pertanian meluluskan sebanyak 103 orang yang terdiri 46 orang dari Program Studi Teknik Pertanian dan 57 orang dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, sedangkan dari Fakultas Kehutanan meluluskan 55 orang mahasiswa.

Sementara, dari calon wisudawan yang diyudisium sebanyak  77 orang di antaranya merupakan mahasiswa penerima beasiswa yang terdiri 73 orang penerima beasiswa ikatan dinas dari perusahaan dan empat orang penerima beasiswa Bidikmisi.

Pada kesempatan itu Purwadi juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh orang tua dan para pemangku amanah perusahaan-perusahaan mitra Instiper yang telah memberikan kepercayaan kepada perguruan tinggi ini untuk mendidik anak dan karyawannya.

"Mungkin bapak dan ibu orang tua wisudawan merasakan ada atmosfer yang berbeda saat memasuki kampus Instiper tiga-empat tahun lalu dibanding saat ini. Itu karena Instiper sudah berbenah, infrastruktur kami tingkatkan seperti pembangunan gedung Grha Instiper," katanya.

Bahkan, kata dia, pihaknya sudah membangun Gedung Perpustakaan baru, yang bangunan itu diresmikan penggunaannya oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir. Dalam dua tahun Menristekdikti telah mengunujungi kampus ini.

"Karena itu nama besar Instiper yang telah mendidik mahasiswanya dengan ilmu perkebunan dan kehutanan yang khas saat ini tidak hanya dikenal di perusahaan kelapa sawit saja, namun juga telah diakui di Kemenristekdikti," katanya.

Dia mengatakan, dalam menghadapi tantangan eksternal revolusi industri 4.0, Instiper juga menyesuaikan kurikulum dan model pembelajaran yang sesuai untuk menghasilkan sumber daya manusia 4.0.

"Selain itu Instiper juga menyiapkan fasilitas bagi mahasiswa dalam mengembangkan hobi berbasis profesi sehingga anak-anak milenial ini dapat meraih cita-citanya," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar