Pemkab: OP bawang putih dipusatkan di Pasar Beringharjo Yogyakarta

id Bawang putih

Pemkab: OP bawang putih dipusatkan di Pasar Beringharjo Yogyakarta

Pedagang Bawang putih di Pasar Sleman. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Ramadhan ini tidak melakukan operasi pasar bawang putih karena kegiatan untuk menekan harga komoditas tersebut di daerah ini semuanya dipusatkan di Pasar Beringharjo Yogyakarta

"Kami sebenarnya sudah mengajukan OP bawang putih untuk menekan harga komoditas itu yang merangkak naik pada Ramadhan ini. Namun tidak dikabulkan karena OP bawang putih semuanya dipusatkan di Pasar Beringharjo Yogyakarta," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Tri Endah Yitnani di Sleman, Selasa.

Menurut dia, harga bawang putih di Kabupaten Sleman pada Ramadhan ini terus merangkak naik. Rata-rata harga bawang putih kating di daerah ini menembus Rp62.500 per kilogram.

"Tahun ini kenaikan harga bawang putih cukup tinggi, padahal pada puasa tahun lalu harganya tidak sampai segitu," katanya.

Ia mengatakan, ada beberapa faktor penyebab harga bawang putih naik di antaranya akibat cuaca tidak menentu sehingga membuat para petani gagal panen yang membuat stok menipis.

"Dalam kasus ini ibaratnya kami tahu penyakitnya namun tidak punya obatnya," katanya.

Tri Endah mengatakan untuk menekan harga bawang putih bisa dilakukan dengan OP. Hanya saja di Kabupaten Sleman memang tidak ada OP karena semua dipusatkan di Pasar Beringharjo Yogyakarta.

"Kami sudah mengajukan untuk OP di empat pasar di Sleman tapi kebijakan berubah dan semua dipusatkan di Beringharjo, kami juga sudah menginformasikankan kepada para pedagang agar mengambil ke Pasar Beringharjo Yogyakarta," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya sebenarnya telah mengajukan impor bawang putih. Kebijakan itu awalnya akan dibagi per kabupaten.
"Namun tidak jadi karena kebijakan berubah dan OP dipusatkan di Pasar Beringharjo Yogyakarta," katanya. 

Pedagang di Pasar Sleman Parjiyanti (60) mengatakan kenaikan harga bawang terjadi hampir dua pekan ini. Padahal biasanya bawang putih kating dijual pada kisaran Rp41.000 hingga Rp42.000 per kilogram.

"Beberapa hari yang lalu sempat naik hingga Rp60.000 per kilogram, sekarang turun, tapi kemungkinan harganya akan naik turun," katanya.

Menurut dia, kenaikan harga bawang saat bulan Ramadan selalu terjadi, karena permintaan konsumen cukup tinggi. "Untuk mencukupi kebutuhan bawang putih, saya membeli dari pengecer," katanya.

Harga jual antarpedagang berbeda. Penjual lain, Susiwati mengatakan harga bawang putih beberapa minggu ini menyentuh Rp70.000 per kilogram.

"Saat ini harganya pada kisaran Rp60.000/kg hingga Rp62.000 per kilogram. Dengan menjual harga sebesar itu, saya hanya mendapat untung Rp1.000 per kilogram," katanya.
      Baca juga: Gunung Kidul menunggu TPID DIY terkait operasi pasar bawang putih

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar