Jembatan lama GL Zoo Yogyakarta dibongkar pada pekan ketiga Mei

id Jembatan,GL Zoo,revitalisasi

Jembatan lama GL Zoo Yogyakarta dibongkar pada pekan ketiga Mei

Ilustrasi pembangunan jembatan girder baja. (en.wikipedia.org)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta akan segera merealisasikan pekerjaan revitalisasi jembatan lama GL Zoo, yang akan diawali dengan pekerjaan pembongkaran jembatan lama pada pekan ketiga Mei 2019.

“Pemenang sudah ada dan kami pun sudah menandatangani kontrak pada awal Mei. Pekerjaan akan diawali dengan pembongkaran jembatan lama pada pekan ketiga Mei,” kata Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Umi Akhsanti di Yogyakarta, Jumat.

Jembatan lama GL Zoo tersebut terletak tepat di sisi selatan jembatan GL Zoo yang saat ini masih aktif digunakan untuk jalur lalu lintas utama masuk ke Kota Yogyakarta dari arah timur. Sedangkan jembatan lama sudah tidak lagi digunakan.

Menurut Umi, proses pembongkaran jembatan lama ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 10 hari, atau maksimal hingga H-7 Lebaran karena seluruh pekerjaan sudah harus dihentikan pada H-7 hingga H+7 Lebaran.

“Setelah dibongkar, baru akan dilakukan pekerjaan pembangunan jembatan dengan konstruksi beton. Tidak lagi menggunakan konstruksi baja seperti jembatan lama. Desainnya pun baru, tidak seperti jembatan yang kini masih digunakan,” katanya.

Seluruh material atau bahan baku pembangunan jembatan adalah beton cetak sehingga pekerjaan bisa dapat diselesaikan sesuai tata kala kontrak yang disepakati bersama. Kontrak pembangunan jembatan berakhir pada 28 Desember.

Selama pekerjaan pembongkaran maupun pembangunan jembatan, tidak akan dilakukan penutupan arus lalu lintas. “Karena ini adalah ruas jalan utama ke arah Kota Yogyakarta, dan kebetulan jembatan lama tidak lagi dipakai, maka diputuskan tidak ada penutupan jalan,” katanya dan mengutarakan harapannya agar pengguna jalan bisa memahami kondisi tersebut.

Umi menambahkan, pembangunan jembatan yang bersinggungan dengan salah satu ruas jalan terpadat di Kota Yogyakarta tersebut memiliki banyak tantangan. “Selain karena berada di dekat jalan utama dengan lalu lintas padat, lokasi pekerjaan juga bisa dibilang cukup sempit. Pekerjaan harus dilakukan penuh kehati-hatian,” katanya.

Jembatan lama tersebut akan dibangun lebih lebar yaitu menjadi tujuh meter dan panjang 46 meter dengan nilai kontrak sekitar Rp6 miliar.

“Setelah jembatan lama ini diperbaiki, kami akan merencanakan pekerjaan revitalisasi jembatan di sisi utaranya. Dua atau tiga tahun lagi, jembatan di sisi utara sudah harus direvitalisasi. Nanti, desainnya yang akan menyesuaikan dengan desain jembatan di sisi selatan yang sudah direvitalisasi terlebih dulu,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar