Kulon Progo menargetkan tanam bawang merah seluas 500 hektare

id Bawang merah,Hortikultura

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Eko Purwanto. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan menanam bawang merah seluas 500 hektare pada 2019.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Eko Purwanto di Kulon Progo, Minggu, mengatakan kecamatan yang menanam komoditas bawang merah, yakni Kecamatan Sentolo, Lendah, Galur, Panjatan, Wates dan Temon.

"Area tanam bawang merah yang paling luas di Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo. Setiap tahun, luas tanam bawang merah terus bertambah. Setiap tahun, luas tanam di Desa Srikayangan berkisar 250 hektare hingga 300 hektare," kata Eko.

Ia mengatakan pada rentan waktu 2017 hingga 2022, Pemkab Kulon Progo mentargetkan penambahan area luas tanam bawang merah seluas 200 hektare atau sekitar 40 hektare per tahun.

"Untuk menyikapi kebijakan pemkab, Dinas Pertanian dan Pangan memberikan bantuan stimulan berupa sarana produksi berupa pupuk dan obat-obatan di lahan seluas 20 hektare. Bantuan tersebut berasal dari APBN dan APBD kabupaten," katanya.

Eko mengakui banyak petani yang tertarik menanam bawang merah, tetapi terganjal pada modal dan besarnya risiko yang ditanggung. Biaya yang dibutuhkan untuk menanam bawang merah di lahan seluas satu hektare berkisar Rp60 juta hingga Rp70 juta. Biaya tersebut untuk membeli benih, pupuk dan obat-obatan yang dibutuhkan.

Menurut Eko, petani yang menanam bawang merah ini sudah profesional, dan mahir. Kalau belum mahir, biasanya akan rugi besar.

"Tanaman bawang merah itu kalau diserang ulat Grayak dalam semalam habis. Sehingga membutuhkan kejelian dalam menanam dan keuletan. Tidak semua petani bisa menanam bawang merah," katanya.

Kasi Produksi Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Agus Purwoko mengatakan produksi bawang merah di Kulon Progo dari Maret dan April cukup tinggi. Pada Maret produksinya mencapai 635,500 ton dan April produksinya mencapai 337,225 ton.

"Kecamatan yang petaninya menanam bawang merah di Wates, Panjatan, Galur, Lendah dan Sentolo. Luas tanam memang tidak luas, seperti pada Juli dan Agustus nanti, tapi mampu mensuplai kebutuhan di pasar," katanya.
Baca juga: Bantul menerapkan tata tanam bawang merah sepanjang musim
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar