Sleman akan menggelar Kirab Bedhol Projo pada peringatan hari jadi ke-103

id HUT Sleman,hari jadi sleman,kirab bedhol projo

Arsip Foto. Warga mengikuti prosesi adat Kirab Mbah Bergas di Margoagung, Seyegan, Sleman, Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Sleman (ANTARA) - Kirab Bedhol Projo untuk mengenang peristiwa perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dari petilasan Ambarrukmo ke Beran akan mewarnai puncak acara peringatan hari jadi ke-103 Kabupaten Sleman pada 15 Mei 2019.

"Puncak peringatan akan diawali dengan Sidang Istimewa DPRD Sleman pada pukul 10.00 WIB, kemudian Kirab Bedhol Projo dari Pendopo Ambarrukmo pukul 13.00 WIB didahului penyerahan dokumen dari juru kunci atau Pengageng Ambarrukmo kepada Panitia Hari Jadi," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Sumadi di Sleman, Senin.

Dokumen Pengageng Ambarrukmo, ia mengatakan, selanjutnya akan diarak menggunakan kereta kuda (andong) menuju ke Beran dalam Kirab Bedhol Projo, menyusuri Jalan Solo ke arah narat, simpang empat Tugu Yogyakarta, simpang empat Pingit, jalan Magelang dan kumpul di Tugu Adipura Mulungan.

"Selanjutnya berangkat menuju Pendopo Parasamya kabupaten Sleman dengan jalan kaki," kata Sumadi.

Ia mengatakan prosesi Bedhol Projo merupakan upaya merekonstruksi salah satu peristiwa bersejarah pada masa Bupati Sleman dijabat oleh KRT Murdodiningrat tahun 1964, ketika pusat pemerintahan Kabupaten Sleman dipindahkan dari Petilasan Dalem Pendopo Ambarukmo ke Desa Beran, Tridadi.

"Peristiwa perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Sleman ini menjadi bagian tak terpisahkan dari momentum peringatan Hari Jadi Sleman setiap tahunnya," katanya.

Sumadi mengatakan puncak acara hari Jadi Kabupaten Sleman tahun 2019 juga akan ditandai dengan Upacara di Lapangan Denggung Rabu 15 Mei 2019 pukul 16.00 yang rencananya akan dipimpin oleh Gubernur atau Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Dalam puncak acara tersebut beberapa Bregodo (pasukan tradisional) di Kabupaten Sleman ditampilkan, antara Iain Cucuk Lampah, pembawa pusaka dan Rontek, Bregada BSW Gamping, Bregada Abdi Dalem Kabupaten Sleman, Bregada Paguyuban Sekar Sedah, Bregada Gandrungarum Cangkringan, dan lainnya," katanya.

Ia mengatakan pegawai pemerintah dan badan usaha milik pemerintah daerah Sleman serta bregodo prajurit upacara adat se-Kabupaten Sleman juga terlibat dalam acara tersebut.

"Dari beberapa bregodo tersebut diberangkatkan dari sejumlah titik, yakni Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Perempatan KPU Sleman, dan Lapangan Sinduadi, Mlati," katanya.

Acara diawali dengan pengambilan pusaka Tumbak Kyai Turunsih, Lambang Sleman, Bendera Mega Ngampak, Bendera Merah Putih dan Umbul-umbul yang selanjutnya dikirab menuju Lapangan Denggung pukul 14.00.

Acara di lapangan Denggung juga meliputi pertunjukan tari kolosal dan pelepasan 103 burung merpati.

"Mengakhiri kegiatan hari jadi dilaksanakan Resepsi pada 28 Mei pukul 20.00 di Pendopo Parasamya Sleman, diisi dengan kegiatan Dialog Sembada Edisi Khusus dengan nara sumber Bupati, Ketua DPRD dan Ketua Hari Jadi serta pentas seni dan pembagian hadiah lomba," katanya.
Baca juga: Ratusan peserta mengkuti lomba Panahan Tradisional HUT Sleman
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar