Okupansi Grand Inna Malioboro Yogyakarta meningkat dibanding Ramadhan 2018

id Inna malioboro

Hotel Grand Inna Malioboro. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Okupansi atau tingkat hunian kamar Hotel Grand Inna Maliboro Yogyakarta sejak awal Ramadhan 2019 meningkat dibandingkan okupansi pada periode yang sama tahun lalu.

"Setiap bulan puasa memang okupansi menurun. Namun, okupansi pada Ramadhan 2019 meningkat jika dibandingkan tahun lalu," kata General Manager Grand Inna Malioboro Ni Komang Darmiati di sela acara buka puasa di Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta, Jumat.

Menurut Ni Komang, jika pada 2018 okupansi merosot dari normal 80 persen menjadi 43 persen, pada Ramadhan 2019 okupansi mencapai 56 persen.

"Okupansi pada Ramadhan 2019 tertolong oleh tingginya pemesanan kamar Deluxe Premiere Floor yang belum lama diluncurkan. Saat ini kamar mewah itu berjumlah 40 kamar," katanya.

Meskipun memiliki desain yang mewah dan modern, menurut dia, interior kamar Deluxe Premiere Floor juga dibuat spesial dengan tidak meninggalkan unsur budaya lokal di Yogyakarta.

"Pemesanan kamar itu meningkat. Kebanyakan diminati kalangan anggota DPR dan DPRD dari berbagai daerah," kata dia.

Selain kamar yang baru saja rampung digarap pada April 2019, menurut dia, okupansi juga terdongkrak oleh keberadaan sajian aneka paket menu berbuka puasa dengan cita rasa Nusantara hingga Timur Tengah.

Ia menyebutkan varian menu Nusantara yang disajikan dalam paket dengan harga Rp88 ribu per porsi antara lain kolak, aneka bubur, berbagai macam salad, asinan bogor, sop betawi, rendang daging, ayam bakar jimbaran, sayur asem jakarta hingga nasi goreng kambing.

Adapun menu eastern dengan harga Rp125 ribu tersedia pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu dengan varian menu berbagai takjil, Vine Liaves, Shanklish Salas, Roasted Chicken Salad, Root Vegetables & Cheese Slad, Sup Kambing Arabic, Mugal-gal Saudia, Moroccan Chicken Tagine, Green Beens Stew, dan nasi kebuli.
Baca juga: Grand Inna Malioboro menghadirkan menu Nusantara-Timur Tengah
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar