Dosen UGM prihatin peningkatan eskalasi kekerasan pasca-pemilu

id Kekerasan,Pemilu,pasca pemilu

Dosen UGM prihatin peningkatan eskalasi kekerasan pasca-pemilu

Kampus Universitas Gadjah Mada. (Foto Antara)

Yogyakarta (ANTARA) - Seratusan dosen Universitas Gadjah Mada menyatakan keprihatinannya terhadap meningkatnya eskalasi kekerasan karena perbedaan pilihan politik pasca-Pemilu 2019.

"Kami para dosen di UGM merasa prihatin atas eskalasi kekerasan yang terjadi hari ini. Perbedaan pilihan preferensi politik adalah hal yang alami, dan perbedaan selalu merupakan rahmat," kata Rektor UGM Panut Mulyono melalui keterangan tertulis yang diterima Antara di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, KPU telah menetapkan pemenang pemilu. Pihak yang belum dapat menerima hasil keputusan KPU berencana menempuh jalur konstitusional dengan mengajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun demikian, para dosen UGM menyaksikan eskalasi ketegangan yang meningkat akhir-akhir ini. Hal itu tidak terlepas dari ketegangan antar elemen masyarakat yang telah terbangun bahkan sejak periode sebelum kampanye.

Oleh sebab itu, ia mengatakan para dosen UGM menyerukan kepada para pihak, baik para elite politik dan masyarakat, untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan Indonesia.

"Kami menyeru kepada semua pihak agar mampu menahan diri dari berbagai bentuk kekerasan yang merugikan harta benda dan jiwa manusia," kata Panut dalam keterangan tertulis yang didukung seratusan nama dosen UGM.
Baca juga: UGM tak pernah mencabut jabatan guru besar Amien Rais
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar