Budaya Indonesia dikenalkan di Swedia

id Swedia,seni dan budaya indonesia

Dubes Bagas Hapsoro tampil memainkan lagu-lagu daerah dan internasional bersama band komunitas masyarakat Indonesia, di Swedia, Uppsala, Sabtu (25/5) dan ikut menari bersama Gemu Famire bersama ratusan orang. (Foto: ANTARA)

London (ANTARA) - Komunitas masyarakat Indonesia di Uppsala beserta mahasiswa tergabung dalam PPI Uppsala dan tim KBRI memeriahkan Festival Kultur Uppsala yang dikenal dengan nama Kulturernas Karneval (Carnival of Cultures).

Festival berlangsung selama dua hari penuh di Kota Uppsala berjarak kurang lebih 70 km dari Kota Stockholm, dan diwarnai dengan parade, musik, tari serta pasar kaget pernak-pernik dan makanan tradisional dari Swedia maupun negara lain.

Dubes Indonesia di Swedia, Bagas Hapsoro kepada Antara London, Sabtu, menyatakan festival yang diadakan di Kota Uppsala ini bagus untuk mempromosikan seni dan budaya Indonesia melalui musik, tari, dan makanan Indonesia yang beraneka ragam.

Dubes Bagas Hapsoro turut tampil memainkan lagu-lagu daerah dan internasional bersama band komunitas masyarakat Indonesia, Uppsala, Sabtu, (25/5), dan ikut menari bersama Gemu Famire bersama ratusan orang bernyanyi sambil menari bersama,

Di atas panggung, rekan-rekan komunitas masyarakat Indonesia di Uppsala, Swedia bersama mahasiswa Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Uppsala memimpin tampilan tari daerah Nusa Tenggara Timur tersebut.

Dalam festival mahasiswa PPI Uppsala mengikuti parade dengan menggunakan pakaian tradisional Indonesia.

"Acara ini seru banget, walaupun sekarang sedang puasa, tapi cuacanya nggak terlalu panas, dan karena rame-rame bareng teman-teman yang lain, jadi nggak berasa capeknya," ujar Koordinator PPI Uppsala, Anisa.

Kulturernas Karneval Uppsala adalah acara tahunan, dan pada tahun ini memasuki tahun ke-9. Indonesia menjadi salah satu dari puluhan negara yang turut memeriahkan festival yang diadakan selama dua hari penuh, Sabtu dan Minggu.
Baca juga: KBRi Warsawa perkenalkan seni budaya Indonesia di Festival Saska Kepa

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar