Doroti hadir di Masjid Diponegoro Yogyakarta untuk meningkatkan literasi

id Doroti, Masjid Diponegoro, Yogyakarta, pojok baca, buku

Doroti hadir di Masjid Diponegoro Yogyakarta untuk meningkatkan literasi

Doroti atau pojok baca hadir di Masjid Diponegoro Yogyakarta sebagai upaya meningkatkan literasi masyarakat (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Masjid Diponegoro di kompleks Balai Kota Yogyakarta yang baru selesai direnovasi semakin lengkap dengan kehadiran Doroti, sebuah pojok baca yang merupakan realisasi dari doa dan iqro di masjid untuk peningkatan literasi.

“Keberadaan pojok baca ini bisa semakin melengkapi fungsi masjid. Jangan hanya dijadikan gudang buku tetapi bisa dimanfaatkan secara maksimal. Harapannya, koleksinya pun terus diperbarui,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti usai meluncurkan Doroti di Yogyakarta, Jumat.

Selain buku-buku bernuansa Islam, pojok baca tersebut juga dilengkapi dengan beragam koleksi tabloid serta berbagai majalah. Pojok baca tersebut bisa diakses dengan mudah oleh jemaah karena berada di bagian depan masjid sisi kanan.

Haryadi yang menjadi inisiator pojok baca berharap masyarakat atau jamaah juga ikut menjaga koleksi buku sehingga buku tidak rusak atau hilang. “Di sini juga disediakan bank buku. Jika ada buku di rumah yang ingin disumbangkan, bisa dimasukkan ke bank buku,” katanya.

Ia menegaskan, meskipun Masjid Diponegoro tersebut berada di kompleks balai kota, namun masyarakat umum bisa memanfaatkan dan ikut memakmurkan masjid.

Seusai direnovasi, Masjid Diponegoro memiliki daya tampung yang lebih banyak. Lantai satu yang semula digunakan sebagai perkantoran kini sepenuhnya dapat digunakan untuk keperluan jemaah. Tidak hanya untuk keperluan ibadah tetapi juga pertemuan, diskusi maupun kajian.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko berharap, Doroti bisa memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada jemaah yang beribadah di masjid sehingga terbuka pada gagasan-gagasan baru.

“Usai solat di masjid, jamaah bisa melanjutkan aktivitas ibadah dengan membaca Al-Quran atau membaca buku untuk menambah pengetahuan. Melalui pojok baca ini, kami ingin menegaskan bahwa membaca bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja,” katanya.

Ia berharap kehadiran pojok baca di Masjid Diponegoro bisa semakin meningkatkan budaya baca di tengah masyarakat dan turut mendukung upaya mewujudkan bangsa Indonesia yang cerdas.
Baca juga: Sleman luncurkan Gerakan Indonesia Membaca

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar