Warga di Kulon Progo berhamburan keluar rumah akibat gempa

id Gempa,Cilacap,warga kulon progo,Yogyakarta

BMKG (id.wikipedia.org) (/)

Kulon Progo (ANTARA) - Warga Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhamburan keluar rumah karena ada gempa pada Minggu sore pukul 16.32 WIB dengan lama sekitar tujuh detik.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis data pada Minggu, 9 Juni, sekitar 16:32:22 WIB terjadi gempa dengan Lokasi 8.51 LS,108.86 BT atau 88 km barat daya Cilacap, Jawa Tengah, dengan kedalaman 10 kilometer.

Dalam laman http://www.bmkg.go.id/gempabumi/gempabumi-terkini.bmkg disebutkan bahwa kekuatan gempa adalah magnitudo 5,7.

"Saya kaget, saat mandi, badan goyang-goyang dan mau jatuh. Untung saya belum lepas pakaian. Saya langsung keluar," kata salah satu warga Kecamatan Sentolo Martiyem di Kulon Progo, Minggu.

Ia mengatakan lama gempa cukup lama, sekitar tujuh detik. Rumah sampai berbunyi, dan atap asbes juga bunyi.

"Sejak 2006, gempa yang paling kuat, baru hari ini. Biasanya kalau ada gempa tidak terasa," katanya.

Hal yang sama diungkapkan warga Kecamatan Sentolo Sumadi. Ia  mengaku kaget, kursi duduknya goyang cukup lama. Dirinya tidak sadar kalau ada gempa.

"Saya lagi asik ngobrol dengan tetangga, tahu-tahu kursi yang saya duduki goyang. Saya langsung lari keluar rumah," katanya.

Sumadi mengaku trauma dengan gempa pada 2006 silam. Rumahnya retak-retak akibat kena gempa.

"Pada 2006, rumah saya menjadi korban gempa. Jadi saya agak trauma," katanya.
Baca juga: Gempa Cilacap terasa hingga Yogyakarta
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar