Satu ton ikan Laguna Trisik Kulon Progo mati diduga akibat limbah udang

id Laguna Trisik,Ikan mati,Kulon Progo,DKP

Satu ton ikan Laguna Trisik Kulon Progo mati diduga akibat limbah udang

Petugas dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, DIY, melakukan pengambilan sampel air Laguna Trisik yang menyababkan ikan mati. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Sebanyak satu ton ikan berbagai jenis di Laguna Trisik, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mati yang diduga disebabkan karena pencemaran limbah budi daya udang.

Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil Dinas Kelauta dan Perikanan (DKP) Kulon Progo Sugiharto di Kulon Progo, Senin mengatakan pihaknya mendapat laporan dari nelayan Trisik, Kecamatan Galur, bahwa sejak Rabu (5/6) hingga saat ini, ikan di Laguna Trisik banyak yang mati.

"Sampai saat ini, ikan yang mati lebih dari satu ton. Kami menduga ikan mati disebabkan limbah tambak laguna di sekitarnya," katanya.

Ia mengatakan petambak udang membuang limbah ke Laguna Trisik. Kemudian, pada musim kemarau air di laguna mengalami penyusutan, sehingga kandungan bahan organik meningkat Itu menyebabkan ikan di dalam laguna mati.

Rencana, ikan yang mati akan dikubur masal. Saat ini, DKP Kulon Progo dan nelayan Trisik mengusahakan alat berat untuk menguruk dan mengubur ikan yang mati.

Jenis ikan yang mati, yakni nila hitam, petik, keting, dan berbagai jenis ikan lainya.

"Ikan yang mati akan dikubur pada, Rabu (12/6). Lokasi kuburan ikan direncanakan di tepi laguna," katanya.

Sugiharto mengimbau kepada pembudi daya tambak udang membuat bak penampungan pembuangan. Selama ini, mereka mengabaikan lingkungan, limbah dibuang ke laguna.

"Kami sampaikan imbauan kepada mereka, tolong buatkan bak penampungan supaya air yang keluar ke laguna sudah bersih. Jangan dibuang langsung, yang kotorannya masih sangat tinggi," katanya.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Ikan dan Lingkungan DKP Kulon Progo Siti Khoiriyah mengatakan pihaknya sudah mengambil sampel untuk mengukur PH air. Kadar normal PH normal 7, tapi di Laguna Trisik mencapai 9,33.

"Hal ini dapat menyebabkan ikan mati dan seluruh biota dalam laguna juga mati," katanya.
Baca juga: Wisatawan menikmati makanan laut di Pantai Ngandong
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar