BPBD Gunung Kidul mendistribusikan air bersih di tiga kecamatan

id Kekeringan,Distribusi air bersih,Gunung Kidul

BPBD Gunung Kidul distribusikan air bersih ke wilayah kekeringan. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai mendistribusikan air bersih terhadap tiga kecamatan, yakni Girisubo, Paliyan dan Rongkop.

Kepala Pelaksana BPBD Gunung Kidul Edy Basuki di Gunung Kidul, Selasa (11/6), mengatakan memasuki musim kemarau krisis air sudah terjadi di Kecamatan Girisubo, Rongkop dan Paliyan.

"Hingga saat ini ada tiga kecamatan yang telah mengajukan permintaan bantuan air bersih. Tiga kecamatan ini meliputi Girisubo, Rongkop dan Paliyan. Kami mendistribusikan air sesuai proposal yang masuk," katanya.

Menurut dia, pasca pengajuan, tim dropping air langsung menyalurkan bantuan ke dua wilayah yang sudah mengalami kekeringan. “Bantuan sudah kami kirim sebelum Lebaran, tepatnya empat hari sebelum perayaan,” katanya.

Edy menjelaskan, hingga saat ini, jumlah wilayah yang mengajukan bantuan masih belum banyak. Meski demikian, sambung dia, seperti pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, pada saat mendekati puncak musim kemarau jumlah permintaan akan terus bertambah.

"Kami memiliki banyak kecamatan-kecamatan yang menjadi langganan krisisi air. Selain Girisubo, ada juga Tepus, Rongkop, Panggang, Purwosari, Patuk hingga wilayah Semin,” ungkapnya.

Menurut dia, untuk bantuan air bersih pada tahun ini BPBD mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 juta. Adapun armada yang diterjunkan untuk penyaluran sebanyak tujuh unit truk pengangkut air.

"Kami siapkan tujuh, tapi yang beroperasi penuh hanya enam karena satu unit truk dijadikan armada cadangan,” paparnya.

Edy menambahkan, bantuan air bersih tidak hanya dilakukan oleh BPBD karena tim dari kecamatan juga melakukan hal yang sama. Selain itu, pihak swasta juga banyak berpartisipasi dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.

"Koordinasi pasti ada. Ini dilakukan agar bantuan tidak tumpang tindih sehingga ada pemerataan di masyarakat yang mengalami krisis air,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Camat Girisubo Arif Yahya, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD terkait dengan penyaluran bantuan air bersih.

“Sudah dikomunikasikan dan hasilnya BPBD akan menangani krisis air yang melanda di Desa Nglindur, Karangawen, Jepitu dan Balong. Sedang empat desa lainnya, Songbanyu, Pucung, Tileng dan Jerukwudel akan ditangani tim dari kecamatan,” kata Arif.

Dia menjelaskan, Kecamatan Girisubo merupakan salah satu wilayah yang menjadi langganan krisis air pada saat kemarau. Hal ini tak lepas sedikitnya sumber air di wilayah pesisir ini sehingga warga banyak memanfaatkan sisa air hujan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Warga banyak yang memiliki bak penampungan air hujan, tapi cadangan yang dimiliki tidak banyak sehingga sering beli dari pihak swasta atau menunggu bantuan dari pemerintah,” katanya.
Baca juga: Pemkab Gunung Kidul segera distribusikan air bersih ke masyarakat
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar