Pendapatam retribusi sektor wisata di Gunung Kidul turun Rp600 juta

id Retribuwi wisata,Gunung Kidul,Objek wisata pantai

Pengunjung menikmati ombak Pantai Ngandong di Kabupaten Gunung Kidul. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Pendapatan retribusi objek wisata di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Libur Lebaran 2019, mengalami penurunan Rp600 juta dibanding Lebaran 2018.

Kasi Pengembangan Dinas Pariwisata Gunung Kidul Supartono di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan Lebaran 2019 hanya mencapai Rp1,7 miliar, sementara tahun lalu Rp Rp2,3 miliar.

Sejak 5 Juni hingga 9 Juni 2019, jumlah pengunjung mencapai 225.874 orang bila dibandingkan Lebaran 2018 mencapai 301.233 orang atau turun 75.359 orang.

"Meski sebenarnya sudah melampaui target yang ditentukan, penurunan jumlah pengunjung menjadi evaluasi bagi kami. Target dari Dispar selama lima hari libur lebaran 172 ribu pengunjung dengan PAD Rp2,3 miliar dan terealisasi Rp 1,7 miliar,” katanya.

Menurut dia, penurunam kunjungan wisatawan disebabkan masa libur lebaran yang pendek. "Kami masih berharap liburan sekolah pada akhir Juni dapat mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Periwisata Gunung Kidul Harry Sukmono mengatakan penurunan jumlah pengunjung paling terasa di zona utara. Dengan demikian pendapatan desa wisata pada musim libur lebaran tahun ini pun belum maksimal.

“Tentu penurunan jumlah pengunjung menjadi bahan evaluasi bagi kami," katanya.

Harry mengatakan dari 225.874 wisatawan berlibur di seluruh objek wisata di Kabupaten Gunung Kidul, sebanyak 93 persennya berlibur ke objek wisata pantai yang ada di sepanjang 72 kilometer, seperti Indrayanti, Sundak, Ngandong, Kukup, Krakal, Watu Kodok, Baron, Ngobaran dan Gesing.

"Objek wisata pantai menjadi andalan kunjungan wisata di Gunung Kidul. Pasir putih yang menjuntai sangat eksotis dan indah ditawarkan wisata pantai di Gunung Kidul," katanya.
Baca juga: Anak muda Gunung Kidul diminta membuka lapangan kerja sektor pariwisata
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar