Angka kecelakaan lalu lintas selama operasi ketupat di Kulon Progo naik

id Kecelakaan lalu lintas,Kriminalitas,Polres Kulon Progo

Polres Kulon Progo, TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP bersatu dalam Operasi Ketupat Progo 2019. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Progo 2019 di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami kenaikan tiga kasus.

"Pada 2018 tercatat lima kasus, namun pada 2019 menjadi delapan kasus," kata Kepala Polres Kulon Progo AKBP Anggara Nasution di Kulon Progo, Kamis.

Ia mengatakan dalam kejadian ini dua korban harus dirawat di rumah sakit karena mengalami luka berat, sementara untuk korban luka ringan sebanyak 22 orang.

"Kecelakaan lebih didominasi karena lalai. Korban tidak ada yang meninggal dunia tapi luka ringan," kata Anggara.

Di sisi lain, lanjut Anggara, angka kriminalitas dibanding 2018, saat Operasi Ketupat Progo 2019 ini turun sebanyak 43,75 persen. Jika di 2018 selama rentang operasi terjadi 16 kasus, pada 2019 sebanyak 9 kasus.

Kasus kriminalitas yang ditemukan selama lebaran tahun ini juga mengalami perubahan. Pada tahun lalu kasus kriminalitas didominasi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), hingga perusakan, tahun ini bergeser ke pencurian biasa, penyalahgunaan narkoba, minuman keras dan penganiayaan ringan.

Dengan hasil tersebut, Anggara memberi apresiasi kepada seluruh personel yang bertugas. Tidak hanya dari jajaran kepolisian, tapi juga TNI, Pemkab Kulon Progo, dan pihak terkait yang telah membantu kelancaran operasi ini.

Operasi Ketupat Progo 2019 melibatkan sedikitnya 716 personel yang terdiri dari kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP. Mereka bertugas untuk memastikan keamanan selama lebaran, terutama kelancaran arus mudik dan balik lebaran.

"Merela rela meninggalkan keluarga selama lebaran demi memastikan keamanan, keselamatan dan kenyamanan masyarakat," katanya.

Baca juga: Angka kecelakaan lalu lintas di DIY naik 58,7 persen
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar