Sistem peringatan dini banjir rob BMKG menjadi percontohan internasional

id Sistem banjir rob,Sistem peringatan dini

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono Rahadi Prabowo (kanan) berbincang dengan perwakilan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) Sarah Grimes (tengah) dan Project Steering Group Coastal Inundation Forecasting Demonstration Project (CIFDP) Paul Davies, disela pembukaan Coastal Inundation Forecasting Demonstration Project Indonesia (CIFDP-I) Final Meeting 2019 di Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (28/1/2019). Antara Foto/Fikri Yusuf/fik/19

Jakarta (ANTARA) - Sistem peringatan dini banjir rob yang dibangun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjadi percontohan dan mendapat sertifikat Certificate of Appreciation yang ditandatangani Presiden Organisasi Meteorologi Dunia atau
World Meteorological Organization (WMO) Read more : http://www.climate4life.info/2018/07/sejarah-world-meteorological-organization-wmo.html
World Meteorological Organization (WMO) Read more : http://www.climate4life.info/2018/07/sejarah-world-meteorological-organization-wmo.html
World Meteorological Organization (WMO) Read more : http://www.climate4life.info/2018/07/sejarah-world-meteorological-organization-wmo.html
World Meteorological Organization (WMO) Read more : http://www.climate4life.info/2018/07/sejarah-world-meteorological-organization-wmo.html
World Meteorological Organization (WMO) Read more : http://www.climate4life.info/2018/07/sejarah-world-meteorological-organization-wmo.html
World Meteorological Organization (WMO), David Grimes.

"BMKG atas nama Indonesia juga telah menerima Certificate of Appreciation yang ditandatangani Presiden WMO, David Grimes, karena keberhasilan dan perannya dalam merealisasikan pilot project pembangunan sistem peringatan dini banjir rob di Indonesia pada Indonesia Coastal Inundation Forecasting System (Ina-CIFS) yang baru saja diluncurkan pada April 2019," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, Dwikorita mengatakan sertifikat tersebut diserahkan pada Kongres Meteorologi Dunia ke-18 yang dilaksanakan di Jenewa, Swiss, pada 3-14 Juni 2019 yang dihadiri oleh 149 negara.

Selain itu, kata, produk domestik Indonesia yang lain, juga telah menjadi bahan percontohan, seperti Sistem Cataloguing Extreme Events dan perangkat lunak otomatisasi digitasi pias.

Dua produk terakhir hasil dari Pusat Penelitian dan Pengembangan ini, kata Dwikorita membuka peluang kerja sama bilateral dengan beberapa negara di Afrika dan Amerika Selatan,

"Melalui produk tersebut, BMKG telah diminta untuk memberikan pelatihan atas nama WMO di Regional Association lainnya, khususnya di negara-negara Chili, Afrika Selatan dan Mozambik," katanya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga telah secara aktif menyuarakan isu dan peran gender melalui keterlibatan aktif Kepala BMKG pada pertemuan Gender Working Breakfast sebagai salah satu pembicara kunci serta melalui Kiprah Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan, Nelly Florida Riama, dalam merealisasikan program-program WMO, yang dibuat dalam bentuk clip video yang menjadi bahan tayang berkelanjutan.

Melalui prestasi inilah, ungkap Dwikorita, Indonesia diberikan kepercayaan WMO kepada Pemerintah Indonesia, yang dalam hal ini diwakili oleh BMKG, untuk membantu WMO terutama dalam melaksanakan program-program peningkatan kapasitas negara-negara anggota, terutama di wilayah RA V (Pasifik Barat Daya), diantaranya pengembangan kapasitas di bidang prediksi cuaca numerik dan sekolah lapang iklim untuk petani dan nelayan.

Baca juga: Kepala BMKG Dwikorita terpilih menjadi anggota Dewan Eksekutif WMO
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar