Angin kencang landa kawasan pantai selatan Gunung Kidul

id Angin kencang,Gunung Kidul,gelombang tinggi

Angin kencang menerjang kawasan pesisir selatan Gunung Kidul yang menyebabkan nelayan tidak melaut. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Angin kencang melanda kawasan pantai selatan di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengancam keselamatan nelayan yang melaut menangkap ikan.

Koordinator SAR Linmas Korwil II Baron Marjono di Gunung Kidul, Minggu, mengatakan aktivitas pengunjung nelayan di pantai selatan Gunung Kidul kini sudah mulai normal kembali setelah beberapa hari ada gelombang tinggi.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memprediksi ada kenikan gelombang.

"Setelah gelombang tinggi, di pesisir selatan ada ke tiupan angin kencang yang sama bahayanya," kata Marjono.

Disinggung mengenai potensi ancaman gelombang dalam sepekan kedepan, pihaknya mengaku belum ada peringatan dini dari BMKG. Itu artinya, ombak pantai bersahabat dibawah ketinggian 3 meter.

“Sejumlah nelayan mulai beraktifitas melaut. Meski demikian kami mengimbau baik kepada nelatan maupun pengunjung agar hati-hati,” ucapnya.

Mencegah terjadinya kecelakaan laut, Tim SAR menyiapkan 57 personel untuk mengamankan kawasan di sepanjang pantai selatan. Tim SAR disebar ke 18 titik pantai dari Pantai Pok Tunggal hingga Pantai Gesing. Pengawasan ekstra dilakukan dipantai Baron, menyusul beberpa waktu terahir banyak terjadi laka laut.

“Kepada pengunjung kami terus mengingatkan agar mengindahkan imbauan Tim SAR. Rambu larangan berteduh dibawah tebing hendaknya dipatuhi demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat di kawasan Pantai Ngrenehan, Kanigoro, Tanjungsari, Suraji mengatakan sejak kemarin nelayan mulai melaut. Hanya saja, tidak berlangsung lama karena angin berhembus cukup kencang.

“Hanya sebentar melaut. Nelayan berangkat sekitar 03.00 WIB sampai 09.00 WIB sudah mendarat. Hasilnya cukup lumayan," katanya.

Saat ini, gelombang memang bersahabat namun angin bertiup kencang sehingga berpotensi membahayakan keselamatan. Meskipun ada yang melaut namun tidak semua karena hanya sebagian.

"Angin bertiup kencang, termasuk nekat kalau berani melaut," katanya.

Baca juga: Nelayan Kulon Progo diimbau tak melaut karena gelombang tinggi
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar