CIMB Niaga Syariah mengoptimalkan penghimpunan wakaf secara digital

id cimb niaga

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara (kiri) dan S&D Regional Head Jawa Tengah CIMB Niaga Ting Ananta Setiawan (kanan) (foto istimewa)

Yogyakarta (ANTARA) - Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk , CIMB Niaga Syariah, terus meningkatkan kontribusi dalam memajukan industri syariah di Indonesia, salah satunya dengan memaksimalkan perannya sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS PWU).

Dalam hal ini, CIMB Niaga Syariah menyediakan produk dan layanan pembayaran wakaf uang dan wakaf melalui uang secara digital, sehingga masyarakat dapat menunaikan sedekah berupa wakaf uang atau wakaf melalui uang dengan cara mudah, cepat serta pilihan program wakaf yang beragam pada lembaga pengelola wakaf rekanan CIMB Niaga Syariah.

"Sebagai LKS PWU, kami berinovasi menghadirkan kanal pembayaran wakaf uang dan wakaf melalui uang yang mudah diakses masyarakat di era digital, seperti yang terbaru melalui QR (Quick Respond - Scan) pada aplikasi Go Mobile," kata Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara dalam Diskusi Bersama CIMB Niaga di Yogyakarta, Rabu.

Menurut Pandji, nasabah yang ingin berwakaf cukup memindai kode QR yang tersedia di masjid atau Lembaga Pengelola Wakaf (Nazhir) mitra CIMB Niaga Syariah dan seketika itu sedekah dalam bentuk  wakaf uang atau wakaf melalui uang dapat ditunaikan.

Selain melalui Go Mobile, wakaf uang dan wakaf melalui uang juga dapat dilakukan menggunakan layanan internet banking CIMB Clicks dengan memanfaatkan menu bayar tagihan. Kemudahan serupa tersedia melalui aplikasi e-Salaam, yang memberikan beragam pilihan lembaga pengelola wakaf dan program wakaf yang sedang dilaksanakan.

Baca juga: CIMB Niaga buka "phone banking" di Yogyakarta

Pandji mengatakan CIMB Niaga Syariah tidak sekadar menyediakan kanal pembayaran wakaf yang mudah diakses masyarakat, lebih dari itu juga membuat produk yang didedikasikan secara khusus untuk menghimpun dana wakaf yaitu Tabungan iB Mapan Wakaf. Nasabah bisa memilih dua program yang disediakan Tabungan iB Mapan Wakaf berhadiah wakaf dan Tabungan iB Mapan Menabung Wakaf. 

Pada Tabungan iB Mapan Menabung Wakaf, nasabah dapat melakukan setoran rutin setiap bulan dengan Akad Mudharabah atau bagi hasil. Pada saat jatuh tempo yang disepakati, jumlah dana serta bagi hasilnya dapat disetorkan sebagai wakaf uang atau wakaf melalui uang untuk program-program wakaf yang dikelola lembaga wakaf mitra CIMB Niaga Syariah.

"Ini merupakan wujud komitmen kami untuk pengembangan wakaf uang dan wakaf melalui uang di Indonesia, agar masyarakat dapat menabung sambil berwakaf atau merencanakan wakaf melalui tabungan," katanya. 

Saat ini, menurut Pandji, CIMB Niaga Syariah bekerja sama dengan 15 nazhir, yakni Dompet Dhuafa, PPPA Daarul Quran, Global Wakaf, Griya Yatim dan Dhuafa, Inisiatif Wakaf, Yayasan Wakaf BWI, Baitul Wakaf-BMH, Wakaf Al-Azhar, Rumah Wakaf. 

Kemudian Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa-ESQ, Wakaf Daarut Tauhid Bandung, Masjid Salman ITB, Yayasan Ar-Risalah Padang, Yayasan Puspas Unair Surabaya, dan Yayasan Umat Mandiri Sejahtera.

Pandji juga menyampaikan pencapaian kinerja CIMB Niaga Syariah. Per 31 Maret 2019, pembiayaan CIMB Niaga Syariah tumbuh 61,1 persen Year-on-Year (YoY) menjadi Rp28,04 triliun. Adapun dana pihak ketiga (DPK) meningkat 51,0 persen YoY menjadi Rp26,52 triliun.

"Dengan raihan tersebut, CIMB Niaga Syariah mampu membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp236,52 miliar, naik 54,1 persen dari periode yang sama tahun lalu," kata Pandji.

Sementara itu, S&D Regional Head Jawa Tengah CIMB Niaga Ting Ananta Setiawan mengemukakan selama tiga tahun terakhir, CIMB Niaga Yogyakarta telah mengurangi empat kantor cabang. 

"Hal ini sejalan dengan perkembangan industri perbankan ke arah digital banking sehingga kantor cabang yang lokasinya berdekatan dikurangi," kata dia.

Sejak 2017 hingga 2019, menurut Ananta, jumlah ATM tumbuh sebesar 16 persen dan CDM tumbuh 42,9 persen. Digital lounge yang semula belum ada, pada 2019 hadir satu digital lounge di Yogyakarta.

Ia mengatakan secara year to date (YTD) penyaluran kredit CIMB Niaga Yogyakarta menunjukkan pertumbuhan yang baik, yakni sebesar 10 persen. Total "customer deposit" relatif stabil dengan rasio dana murah (CASA ratio) berada di level yang paling kuat, yakni sebesar 63 persen.

"Sampai dengan akhir tahun, CIMB Niaga Yogyakarta menargetkan untuk mencapai pertumbuhan 'double digit'," kata Ananta.

Baca juga: CIMB Niaga tingkatkan penetrasi produk-layanan pada mahasiswa
Baca juga: CIMB Niaga-Widya Wiwaha kerja sama virtual account
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar