Wisatawan diingatkan untuk mewaspadai gelombang tinggi di pantai selatan

id Gelombang tinggi,gelombang pantai selatan

Gelombang tinggi di pantai selatan Kabupaten Bantul, DIY (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengingatkan wisatawan yang berlibur ke objek wisata pantai mewaspadai adanya gelombang tinggi yang masih berpotensi terjadi di perairan selatan.

"Wisatawan yang masih suka pergi ke pantai, harapan kita masyarakat hati-hati dan waspada mengikuti imbauan arahan petugas SAR (pencarian dan pertolongan) yang ada di wilayah pantai itu," kata Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Jumat.

Menurut dia, kewaspadaan itu disampaikan agar masyarakat yang berwisata di pantai tidak menjadi korban kecelakaan laut karena terseret gelombang seperti yang menimpa wisatawan asal Sukoharajo Jawa Tengah di Pantai Baru pada Kamis (20/6) lalu.

Dia mengatakan, dengan mematuhi imbauan atau larangan yang telah disampaikan petugas SAR setempat agar tidak mandi atau bermain air di pantai maka situasi dan kondisi keselamatan wisatawan dapat dikendalikan.

Dwi menjelaskan, potensi gelombang tinggi di pantai selatan Bantul hingga saat ini masih mengancam, hal itu dipengaruhi oleh adanya pergerakan udara dingin dan kering ke utara dari Australia melewati Indonesia atau disebut 'muson' dingin Australia.

"Gelombang masih tinggi, apalagi musim kemarau ini dipengaruhi oleh angin muson yang ada di Australia. Makanya cuacanya cukup dingin, dinginnya tidak biasa ini mempengaruhi arah gelombang di pantai selatan dan anginnya cukup kencang," katanya.

"Makanya harus dihindari oleh teman-teman wisatawan. Silahkan main (wisata ke pantai), lihat keindahan pantainya tapi jangan melawan bahaya yang ada di pantai itu sendiri," katanya.

Baca juga: BPBD sebut rumah warga di Pantai Bantul rawan terkena gelombang tinggi
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar