Ribuan Asep dari seluruh Indonesia akan berkumpul di Garut

id Asep, garut, pendopo

Ketua Paguyuban Asep se-Priangan Timur, Asep Jaelani di Pendopo, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (22/06/2019). (Feri Purnama)

Garut (ANTARA) - Ribuan orang yang memiliki nama Asep, salah satu nama khas Sunda, dari berbagai daerah di Indonesia akan berkumpul dalam acara silaturahmi halal bihalal yang diselenggarakan oleh Paguyuban Asep se-Dunia di Gedung Pendopo, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (24/06).

"Insya Allah besok (Minggu) Kabupaten Garut jadi tuan rumah pelaksanaan halal bihalal Paguyuban Asep se-Dunia. Bagi siapa saja yang bernama Asep silakan datang," kata Ketua Paguyuban Asep se-Priangan Timur, Asep Jaelani kepada wartawan di Garut, Sabtu.

Ia menuturkan, peserta bernama Asep diperkirakan akan mencapai ribuan orang untuk berkumpul saling sapa dan berbagi pengalaman dalam acara bertemakan "Riung Mungpulung Asep sa-Alam Dunia".

Peserta tidak hanya berasal dari Garut, tetapi akan dihadiri dari beberapa daerah di Indonesia selain dari daerah Jawa Barat juga akan datang dari Kalimantan, Sumatera dan daerah lainnya.

"Tidak hanya berasal dari Garut atau Jawa Barat saja tapi dari luar Jawa Barat juga ada, yang sudah konfirmasi ke kami ada yang dari Aceh, Kalimantan, Batam dan daerah lainnya," kata Asep.

Ia mengungkapkan, nama Asep paling banyak dipakai orang Sunda, bahkan menjadi ciri khas daerah dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi yang memiliki nama tersebut.

Nama yang mudah dikenal itu, kata dia, merupakan nama ungkapan kasih sayang dari orang tua kepada anak laki-lakinya.

"Asep ini nama kasih sayang dari orang tua kepada anak laki-laki, kalau perempuan "nyai", dan kami bangga dengan nama Asep," katanya.

Ia menambahkan, acara tersebut untuk melestarikan nama Asep, saat ini di Garut nama Asep lebih dari enam ribuan orang, sedangkan yang tergabung dalam paguyuban mencapai dua ribuan orang.

Selama ini nama Asep, kata dia, tersebar di berbagai daerah dengan latar belakang profesi, ada yang menjadi pengusaha, pegawai negeri, seniman dan sebagainya. "Alhamdulillah nama Asep masih ada yang melestarikan, mudah-mudahan tidak punah."*

 
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar