Kepala Basarnas menilai status kantor SAR Yogyakarta perlu ditingkatkan

id Kepala Basarnas,kantor SAR yogyakarta

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito mencoba peralatan di Kantor Basarnas Yogyakarta (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Yogyakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito menilai status Kantor SAR Yogyakarta perlu ditingkatkan menyusul potensi kerawanan yang makin meningkat di Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Semakin tinggi tuntutan dan kepadatan penduduk tentunya status kantor harus dinaikkan, dari unit siaga menjadi pos siaga," kata Kepala Basarnas usai kunjungan kerja ke Kantor Basarnas Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, DIY yang meliputi empat kabupaten dan satu kota memiliki banyak potensi yang tidak hanya menguntungkan pertumbuhan ekonomi daerah, seperti pariwisata dan banyaknya penduduk, tetapi juga potensi berbagai bencana alam.

Selain itu, menurut dia, lokasi Bandara Internasional Yogyakarta di wilayah Temon Kabupaten Kulon Progo juga mempunyai potensi atau rawan terkena terjangan tsunami, sehingga memang membutuhkan kehadiraan Basarnas.

"Peningkatan status Kantor Basarnas itu tentunya bisa dengan menambah jumlah personel, sarana dan prasarana yang itu diupayakan melalui proses dan Yogyakarta ini menjadi prioritas kami," katanya.

Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito juga masih mengkaji kebutuhan sarana dan prasarana yang tepat untuk menyikapi berbagai potensi kerawanan khususnya di wilayah selatan DIY yang terdapat pantai.

"Wilayah selatan DIY sangat dekat dengan ombak pantai, sehingga peralatan apa yang kira-kira cocok untuk model perairan seperti itu, karena kalau hanya perahu biasa menghadapi ombak besar agak menyulitkan," katanya.

Meski begitu, Kepala Basarnas tetap mengimbau jajarannya, agar membina hubungan baik dengan masyarakat untuk mendukung kegiatan dalam rangka operasi pencarian dan pertolongan apabila terjadi kejadian atau musibah.

Baca juga: Basarnas Yogyakarta siaga di objek wisata pantai
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar