Kementerian PPPA menyelenggarakan bimtek peningkatan kapasitas kelembagaan PUG

id Bimtek PUG,Kementerian PPA,Wabup Sleman,Sleman

Pembukaan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Capaian Kinerja Pelaksanaan PUG melalui Pembelajaran Praktik Terbaik Pelembagaan dan Pelaksanaan PUG di Daerah yang diselenggarakan Kementerian PPA. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Capaian Kinerja Pelaksanaan PUG melalui Pembelajaran Praktik Terbaik Pelembagaan dan Pelaksanaan PUG di Daerah di Yogyakarta.

Bimtek yang diikuti peserta dari 16 Provinsi di Indonesia tersebut dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Gatot Saptadi pada Selasa malam.

Bimtek yang dihadiri Deputi Kesetaraan Gender Kementerian PPPA Agustina Erni tersebut akan berlangsung selama 25-27 Juni 2019 yang dilanjutkan pula dengan kunjungan lapangan untuk pembelajaran praktik terbaik ke tiga Desa PPRG di Kabupaten Sleman, yakni Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok dan Desa Sumberharjo Kecamatan Prambanan.

Gatot Saptadi mengatakan dalam upaya PUG harus ada sinergitas dari semua pemangku kepentingan.

"PUG di daerah dituntut lebih konkret dalam setiap sisi pembangunan daerah. Sehingga dibutuhkan sinergitas dari seluruh stake holder di pemerintah daerah," katanya.

Menurut dia, Provinsi DIY selama terus berupaya melaksanakan PUG dalam setiap pembangunan daerah.

"Upaya ini membuahkan hasil dimana DIY sudah dua tahun dapat penghargaan Parahita Ekapraya," katanya.

Sedangkan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang memberikan sambutan mewakili Bupati Sleman mengatakan berbagai upaya Pemkab Sleman dalam PUG telah mendapatkan apresiasi dari Kemen PPA dengan diraihnya penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya tingkat mentor di penghujung 2018.

"Penghargaan ini bukan tujuan akhir dari PUG di Sleman, melainkan menjadi tanggung jawab kami sebagai tolok ukur keberhasilan PUG daerah lain," katanya.

Ia mengatakan, bicara tentang hak perempuan dan anak tentunya juga masuk dalam ruang lingkup politik. Berangkat dari hal ini PUG juga dilakukan di bidang politik melalui pembentukan Kaukus Perempuan Dewan, Inisiasi Ibu Cinta Demokrasi dan KPU Goes to Community kepada penyandang disabilitas.

"Sedang PUG di bidang HAM diantaranya dengan fasilitasi Forum PKDRT, TPPO, Jaminan Bayi Baru Lahir, Jaring Pengaman Sosial dan Ruang Menyusui," katanya.

Menurut dia, untuk bidang kesehatan Pemkab Sleman juga memfasilitasi keberadaan psikolog di 25 puskesmas serta menyelenggarakan Jambore Kesehatan Remaja.

"Guna mendorong kemajuan ekonomi, Pemkab Sleman juga memberikan pembekalan ketrampilan rajut, batik, makanan, pendampingan Wanita Rawan Sosial Ekonomi serta pembinaan KUBE dan USEP," katanya.

Sri Muslimatun mengatakan, kondisi kesetaraan gender di Sleman setiap tahunnya meningkat ditunjukkan dari indikator IPG yang meningkat setiap tahunnya.

"Pada 2017 IPG Sleman tercatat 95,62 meningkat dari sebelumnya sebesar 95,51. Disamping itu ketimpangan gender di Sleman terus turun hingga angka 4,38 pada 2017," katanya.

Demikian pula angka kekerasan terhadap perempuan bdan anak terus turun setiap tahunnya, akhir 2018 tercatat 458 kekerasan perempuan dan anak, turun 13 kasus dibandingkan tahun sebelumnya, tambahnya.

Baca juga: Ruang bermain Denggung Sleman raih RBRA Kementerian PPA
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar