Produksi ikan tangkap Yogyakarta mencapai 3.000 ton

id Ikan,Diy,ibudidaya ikan

Aktivitas nelayan. (ANTARA FOTO)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta meyebutkan produksi ikan tangkap di daerah itu telah mencapai 3.000 ton pada semester pertama 2019.

"Semester pertama (capaian produksi ikan tangkap) kita di atas target mencapai 3.000 ton," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Bayu Mukti Sasongka di Yogyakarta, Rabu.

Menurut Bayu, capaian itu telah menyentuh separuh target tahunan yang ditetapkan 6.500 ton selama 2019. Dengan demikian, ia yakin target tahunan produksi ikan tangkap di DIY akan mampu terlampaui.

"Yang mendominasi masih tangkapan ikan dari Pelabuhan Sadeng, Gunung Kidul dengan jenis ikan paling banyak tuna, cakalang, dan tongkol," kata dia.

Memasuki musim kemarau, menurut dia, tidak memberikan dampak apapun terhadap aktivitas penangkapan ikan tahun ini. Sebagian besar nelayan di DIY, kata dia, telah mengetahui masa-masa yang tepat untuk melaut.

"Tidak ada dampak serius. Meski kemarau selama tidak ada ombak tinggi aktivitas melaut jalan terus," katanya.

Hingga saat ini, DKP DIY berharap seluruh nelayan di daerah ini memiliki sertifikat untuk memastikan kompetensi mereka dalam menangkap ikan saat melaut.

Menurut Bayu, dengan memiliki sertifikat, nelayan dipastikan tidak lagi mencari namun telah mengetahui lokasi dan teknik yang tepat untuk menangkap ikan dengan cepat.

Berdasarkan data DKP DIY pada 2017, jumlah nelayan yang tersebar di Bantul, Kulon Progo, dan Gunung Kidul mencapai 2.968 orang. Agar seluruh nelayan bisa meraih sertifikasi kompetensi, DKP bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggencarkan pelatihan teknik penangkapan ikan, pengoperasian kapal, navigasi, hingga tata cara pengelolaan ikan pascapenangkapan.

Baca juga: DKP imbau pembudi daya ikan kurangi kepadatan tebar pada musim kemarau
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar