Tiket pesawat mahal, kunjungan wisatawan di DIY turun 25 persen

id Dispar DIY,harga tiket pesawat

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan tingkat kunjungan wisatawan ke destinasi wisata kabupaten/kota di daerah ini melalui transportasi udara mengalami penurunan sebesar 25 persen akibat  tiket pesawat mahal.

"Penerbangan itu cukup banyak pengaruhnya terhadap kunjungan wisatawan, pengaruhnya bisa sampai 25 sampai 30 persen turunnya untuk kunjungan wisatawan melalui udara," kata Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo di Kabupaten Bantul, Selasa.

Oleh karena itu, kata dia, target kunjungan wisatawan tahun ini tidak naik signifikan karena harga tiket pesawat yang belum turun, dan sudah sering disampaikan bahwa tiket mahal menjadi kendala untuk mendatangkan wisatawan.

Dia mengatakan, penurunan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta melalui transportasi udara itu tidak hanya dari wisatawan domestik, tetapi wisatawan mancanegara sebab wisatawan mempertimbangkan apabila harus naik pesawat beberapa kali.

"Yang merosot tidak hanya wisatawan domestik tapi mancanegara, karena pada saat kemudian mereka sudah sampai Jakarta atau Bali begitu melihat tiket domestik mahal mereka berfikir ulang," katanya.

Baca juga: Pemerintah berkomitmen berikan penerbangan murah

Oleh karena itu, pihaknya berharap harga tiket pesawat segera turun, agar wisatawan kembali mempunyai keinginan untuk mengunjungi wilayah Yogyakarta yang terkenal sebagai kota pariwisata dan budaya.

"Saya harap tiket akan segera turun supaya itu bisa menjadikan wisatawan berminat untuk kembali mengunjungi Yogyakarta melalui udara," katanya.

Dia menjelaskan, target kunjungan wisatawan mancanegara ke destinasi Yogyakarta pada 2019 sebanyak 400 ribu wisatawan, sedangkan wisatawan domestik mencapai sebanyak sekitar enam juta wisatawan.

"Tahun kemarin hampir mendekati 400 ribu wisatawan untuk mancanegara kemudian yang domestik sekitar 5,5 juta wisatawan. Untuk mancanegara itu kami hitung yang menginap di hotel bintang dan non-bintang," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar