Yogyakarta luncurkan sistem pendaftaran pelatihan secara online

id pelatihan, sistem pendaftaran online

Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Lucy Irawati (kiri) (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta terus mengembangkan inovasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi guna memudahkan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, salah satunya dengan meluncurkan sistem pendaftaran pelatihan secara online.

“Kami segera luncurkan sistem pendaftaran pelatihan secara online. Fungsinya bukan hanya untuk memantau peserta tetapi juga untuk evaluasi,” kata Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Lucy Irawati di Yogyakarta, Sabtu.

Sistem tersebut akan dimanfaatkan untuk mengajukan pendaftaran berbagai pelatihan keterampilan bahkan tidak menutup kemungkinan untuk pelatihan magang kerja yang akan diselenggarakan pada 2020.

Hanya saja, lanjut Lucy, peserta yang bisa mengakses sistem pendaftaran pelatihan secara online tersebut terbatas untuk warga Kota Yogyakarta.

“Setiap tahun, kami rutin menggelar berbagai pelatihan keterampilan. Namun, pesertanya pun dibatasi untuk warga Kota Yogyakarta saja. Di beberapa jenis pelatihan yang kami selenggarakan, juga ada yang diikuti dengan proses magang supaya hasilnya pun semakin optimal,” katanya.

Selain untuk memudahkan pendaftaran, sistem aplikasi pelatihan tersebut juga dilengkapi dengan sistem evaluasi untuk mengetahui apakah peserta pelatihan sudah dapat menerapkan keterampilan yang mereka peroleh atau bisa melanjutkan bekerja di lembaga tertentu.

Pada 2019, Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta membuka 23 jenis pelatihan dengan total kuota untuk 590 peserta atau rata-rata 20 peserta di tiap pelatihan. Sejumlah pelatihan yang memiliki peminat cukup banyak sehingga dibuka untuk beberapa angkatan di antaranya, mengemudi, pembuatan kue, dan menjahit.

Selain itu, pada tahun ini juga dibuka pelatihan untuk “airport operation officer” sebagai salah satu upaya mengantisipasinya dioperionalkannya Yogyakarta International Airport (YIA) secara penuh.

“Operasional Bandara baru tentu membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah banyak. Tetapi, terkadang warga Kota Yogyakarta enggan bekerja terlalu jauh dari kota sekalipun itu hanya di kabupaten lain dan masih dalam DIY. Lokasi bandara baru sudah dianggap cukup jauh,” katanya.

Meskipun demikian, Lucy berharap masyarakat Kota Yogyakarta dapat memanfaatkan berbagai kesempatan pelatihan keterampilan yang digelar karena pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan sehingga warga bisa mandiri atau warga memiliki bekal sehingga diterima bekerja di lembaga tertentu.

Pada tahun ini pun, dibuka pelatihan untuk barista sebagai salah satu upaya mengimbangi perkembangan industri pariwisata khususnya wisata kuliner di Yogyakarta yang tumbuh pesat seperti restoran dan kafe dengan aneka minuman berbahan kopi.
Baca juga: Produk pelatihan branding kolaborasi antara mahasiswa-wirausaha dipamerkan
 

Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar