Bupati Sleman meresmikan boneka "Salman" dan aplikasi Cariaku

id Bupati Sleman,Boneka Salman,Pameran potensi daerah

Bupati Sleman Sri Purnomo meresmikan Boneka Salman yang menjadi ikon cinderamata Kabupaten Sleman. (Foto Istimewa)

Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Purnomo meluncurkan boneka "Salman" dan layanan aplikasi Cariaku bertepatan pada Pembukaan Pameran Potensi Daerah (PPD) Kabupaten Sleman 2019 di Lapangan Denggung, Sabtu sore.

Boneka "Salman" merupakan cenderamata atau suvenir khas Sleman yang merupakan karya pemenang lomba Sleman Creative Handicraft yang diselenggarakan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Dekranasda Sleman.

Sementara aplikasi layanan Cariaku merupakan aplikasi berbasis Android yang berguna untuk menelusuri produk-produk UMKM Sleman.

Kepala Disperindag Kabupaten Sleman Tri Endah Yitnani mengatakan, "Salman" merupakan singkatan dari nama kedua boneka tersebut, yaitu Kang Man dan Yu Sal.

"Tidak hanya menjadi suvenir boneka, karakter boneka Salman yang menggunakan batik motif Parijoto Salak khas Sleman nantinya juga akan dibuat dalam semua produk suvenir seperti baju, gantungan kunci, stiker, mug, dan lainya," katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo berharap dengan diluncurkannya cenderamata boneka Salman tersebut dapat menjadi ikon baru Kabupaten Sleman.

"Dengan ikon baru Salman, diharapkan wisatawan yang datang dan membeli buah tangan Salman, ketika orang lihat Salman ingat Sleman," katanya.

Ia mengatakan UMKM di Sleman terus menjamur saat ini hingga mencapai 37 ribu UMKM.

"Melalui event PPD 2019 yang bertemakan Sleman Kreatif menuju Smart regency tersebut dapat menjadi wadah para UMKM Sleman untuk mengembangkan usahanya dan menjawab tantangan UMKM di era digital," katanya.

Sri Purnomo juga berharap dengan beberapa pelatihan yang ada di PPD 2019 diharapkan dapat menjawab tantangan UMKM di era digital sekarang.

"Tentu di era teknologi digital ini, harapanya produk-produk UMKM mampu bersaing dan dapat dipasarkan hingga luar negeri," katanya.

PPD 2019 diselenggarakan selama 10 hari, mulai 6 hingga 15 Juli yang diikuti oleh 253 stan yang terdiri dari pameran potensi tiap kecamatan di Kabupaten Sleman, BUMD, BUMD, OPD, berbagai stan kuliner, UKM Mandiri, swasta, dan juga pasar malam.

Pada acara tersebut juga terdapat berbagai lomba mulai dari lomba foto, tari, musik hingga gim online mobile legend.
Baca juga: Dispar Sleman mendata usaha jasa spa
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar