Proyek jalan bawah tanah di kawasan YIA mencapai 60 persen

id Jalan bawah tanah,Kulon Progo,YIA

Proyek underpass kawasan Bandara Internasional Yogyakarta mencapai 700 meter atau 60 persen. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pembangunan proyek jalan bawah tanah sepanjang 1,4 kilometer di kawasan Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2019.

"Sampai saat ini, pembangunan jalan bawah tanah (underpass) Yogyakarta International Airport (YIA) sudah melewati 60 persen. Kami menargetkan penyelesaian underpass tersebut pada Desember 2019," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan DIY dari Kementerian Pekejeraan Umum dan Perumahan Rakyat Sidiq Muhammad Hidayat di Kulon Progo, Selasa.

Ia mengatakan underpass ini merupakan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) selatan dari Desa Palihan dengan Desa Glagah, Kecamatan Temon, hanya dibangun di bawah tanah karena berada di kawasan YIA.

Panjang underpass di bandara tersebut mencapai 1,095 kilometer (km) untuk yang tertutup namun secara total panjang underpass mencapai 1,4 km karena di pintu keluar masih membutuhkan lahan dengan panjang sekitar 100 meter.

"Untuk mengejar target Desember 2019 selesai, kami melibatkan 500 pekerja, belum termasuk di kantor. Mereka bekerja 24 jam penuh dengan pembagian kerja sebanyak 3 shift," katanya.

Terkait kendala pembangunan underpass ini, kata Sidik, pekerjaan underpass YIA tersebut berada di bawah permukaan air tanah, maka hal tersebut yang menjadi tantangan terbesar mereka.

Para pekerja harus mengontrol ketinggian air agar dapat bekerja. Ke depan, pihaknya juga harus bisa mengkondisikan sehingga terbebas dari permasalahan air tanah."Cara yang kami lakukan adalah dengan sistem dewatering," katanya.

Dewatering ini adalah metode dengan cara enggali tanah sampai sedikit di bawah permukaan air tanah sehingga tanah terbawa air, dan setelah terkumpul baru dilakukan pemompaan.

Pelaksana tugas YIA Agus Pandu Purnama mengatakan pembangunan dilakukan secara paralel antara bandara dengan underpass. Underpass ini adalah jalan yang semula  memotong bandara yang sekarang dibuat modern dengan membuat terowongan sejauh 1,4 km dan ini barangkali menjadi underpass terpanjang.

"Insya Allah tahap-tahap penyelesaiannya sudah 65 persen diharapkan akhir tahun ini sudah bisa digunakan oleh masyarakat sebagai  perpanjangan Jalan Daendels," katanya.

Baca juga: Airnav: peralihan penerbangan Bandara Adisutjipto ke YIA kurangi kepadatan
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar