Disbud Sleman menggelar Festival Ketoprak antarkecamatan

id Disbud sleman,Festival ketoprak sleman,Ketoprak

Ilustrasi - Festival Ketoprak (Foto dok Dinas Kebudayaan Sleman)

Sleman (ANTARA) - Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Festival Ketoprak antarkecamatan selama sembilan hari berturut-turut mulai Jumat (12/7) hingga Sabtu (20/7) di Lapangan Baratan Candibinangun Kecamatan Pakem.

"Sebanyak 17 kontingen dari masing-masing kecamatan akan ikut berpartisipasi dalam Festival Ketoprak tersebut," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara di Sleman, Rabu.

Kegiatan itu dilaksanakan dengan Dana Keistimewaan DIY melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.

"Maksud dan tujuan diselenggarakannya festival tersebut adalah untuk menggali dan menjaring potensi seniman yang ada ditingkat masyarakat," katanya.

Ia mengatakan festival tersebut juga sebagai wujud kepedulian dan perhatian Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap kelestarian kehidupan seni, dan dapat menggugah kembali semangat kebersamaan dalam rangka beraktivitas dan berkreasi dalam bingkai kompetisi di kalangan seniman.

"Selain itu diharapkan juga ajang ini dapat menjadi media beraktivitas dan peningkatan kualitas seniman guna mempertahankan eksistensi jati diri seniman sebagai salah satu akar budaya seni dan untuk menggali dan menjaring potensi seniman yang ada di tingkat masyarakat," katanya.

Selain itu, untuk pembangunan karakter terhadap masyarakat luas, khususnya generasi muda, serta meningkatkan "rasa handarbeni" (memiliki) terhadap budaya sendiri yang adiluhung.

"Dengan semakin meningkatnya internalisasi budaya di kalangan warga masyarakat akan menjadi benteng sekaligus filter yang kuat di era globalisasi," katanya.

Jadwal urutan penampilan dalam Festival Ketoprak tersebut dimulai Jumat (12/7) dari Kecamatan Ngaglik dengan lakon Rara Mangli/Rembulan Kekalan, dilanjutkan dari Kecamatan Seyegan dengan lakon Bengawan Sore Dadi Seksi.

Pada Sabtu (13/7) dari Kecamatan Berbah dengan lakon Ki Ageng Mangir dan dari Kecamatan Godean dengan lakon Pedhut Ing Bumireja/Mendhung Angendanu, Minggu (14/7) dari Kecamatan Kalasan dengan lakon Sang Anusapati dan dilanjutkan dari Kecamatan Tempel dengan lakon Bedhahe Pasuruan.

Pada Senin (15/7) dari Kecamatan Cangkringan dengan lakon Pedhut Ing Singosari, dilanjutkan dari Kecamatan Mlati dengan lakon Sukerta Tapak Liman, pada Selasa (16/7) dari Kecamatan Sleman dengan lakon Singosari Panglong dan dilanjutkan dari Kecamatan Ngemplak dengan lakon Tumetesing Embun Ing Lemah Cengkar.

Pada Rabu (17/7) dari Kecamatan Turi dengan lakon Nambi Mbalela, dilanjutkan dari Kecamatan Moyudan dengan lakon Mendung Ing Singgelo, pada Kamis (18/7) dari Kecamatan Minggir dengan lakon Trunojoyo Tundung, dilanjutkan dari Kecamatan Pakem dengan lakon Kumbang Katumenggungan.

Pada Jumat (19/7) dari Kecamatan Prambanan dengan lakon Elang Sutajaya, dilanjutkan dari Kecamatan Gamping dengan lakon Mawar ing Watu Candi, sedangkan pada hari terakhir, Sabtu (20/7) dari Kecamatan Depok dengan lakon Roro Mengali serta pertunjukan Wayang Wong dari Sanggar "Ngancang Kencana" dengan bintang tamu Yati Pesek sebagai atraksi untuk menunggu selama dewan juri menentukan perah juara pada festival tersebut.
Baca juga: Bupati Sleman meresmikan boneka "Salman" dan aplikasi Cariaku
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar