Bupati Sleman sebut polusi udara adalah darurat global

id Bupati Sleman,Hari lingkungan hidup,Sleman

Bupati Sleman sebut polusi udara adalah darurat global

Bupati Sleman Sri Purnomo melakukan penanaman pohon pada Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia 2019 di Dusun Dayakan, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik. (Foto Istimewa)

Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Purnomo menegaskan bahwa polusi udara merupakan darurat global sehingga sangat penting untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan udara yang bersih dari berbagai polusi.

"Udara yang kurang bersih dapat berdampak buruk bagi kehidupan kita. World Health Organization (WHO) merilis bahwa ada sebanyak tujuh orang meninggal setiap tahunnya akibat polusi udara," kata Sri Purnomo pada Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Kabupaten Sleman di Dusun Dayakan, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Rabu.

Menurut dia, oksigen di Kabupaten Sleman saat ini masih terbilang baik dan layak. Ruang terbuka hijau di Kabupaten Sleman juga cukup banyak sehingga kualitas udara di Kabupaten Sleman tergolong bagus.

"Hal tersebut patut disyukuri mengingat beberapa wilayah lain, khususnya di kota-kota besar, kualitas udaranya kurang layak. Di Sleman itu dekat dengan perdesaan, tapi kalau mau ke kota juga dekat. Ini patut kita syukuri," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman Dwi Anta Sudibya mengatakan bahwa Indeks Kualitas Udara (IKU) Kabupaten Sleman pada tahun 2018 lalu yaitu sebesar 78,73, yang artinya dalam kondisi baik.

"Berbagai upaya dilakukan DLH guna meningkatkan kualitas udara di Kabupaten Sleman," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya juga menyediakan tanaman sebanyak 13.000 batang pohon siap tanam.

“Sleman juga mempunyai 883,494 hektare Ruang Terbuka Hijau (RTH) dari luas perkotaan 2.940,2 hektare, artinya RTH Sleman adalah 30,05 persen. Itu sudah sedikit di atas yang direkomendasikan yaitu 30 persen," katanya.

Pada acara tersebut juga diserahkan sejumlah penghargaan berbagai macam perlombaan yang diadakan DLH Sleman dalam rangka Hari Lingkungan Hidup 2019.

Bupati Sleman juga berkesempatan meninjau peternakan sapi milik warga setempat yang kotorannya telah dimanfaatkan sebagai biogas.

Selanjutnya meninjau Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) KSM Brama Muda yang tak jauh dari peternakan sapi.

Bupati Sleman juga melakukan penanaman pohon serta melepaskan burung dari sangkar sebagai simbol semangat melestarikan lingkungan.
Baca juga: Pemkab Sleman dan Kemenkeu menandatangani perjanjian hibah barang

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar