Peserta Kemah Pramuka Budaya mengikuti prosesi Baritan di Kulon Progo

id upacara baritan,adat kulon progo,budaya jawa

Peserta Kemah Pramuka Budaya mengikuti prosesi Baritan di Kulon Progo

Suasana upacara Baritan yang diselenggarakan oleh para petani Desa Sukoreno, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Sebanyak 150 peserta Kemah Pramuka Budaya se-Jawa mengikuti prosesi upacara adat budaya Baritan di Rintisan Desa Budaya, Desa Sukorejo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Desa Sukoreno Olan Suparlan di Kulon Progo, Kamis, mengatakan, upacara adat Baritan merupakan upacara yang ditujukan untuk memohon kepada Allah SWT agar tanaman padi tumbuh baik tanpa serangan hama sampai masa panen.

"Upacara Baritan dilaksanakan menjelang panen tiba supaya tanaman padi dan pertaniannya, hasilnya maksimal dan tidak ada serangan hama," kata Suparlan.

Dalam upacara Baritan, para petani membawa makanan olahan hasil bumi, sego wiwitan, dan ingkungan ayam jago.

Para peserta Kemah Pramuka Budaya se-Jawa yang antara lain berasal dari Jakarta, Banten, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur menyaksikan upacara adat Baritan, termasuk ikut makan bersama serta menikmati permainan tradisional nglarak blarak dan gejog lesung.

"Permainan tradisional nglarak barak ini adalah permainan lokal yang selalu dimainkan oleh anak-anak zaman dahulu dan diiringi gejog lesung," kata Olan.

Ketua Kemah Pramuka Budaya se-Jawa (KPBJ) Suwarsih mengatakan kegiatan KPBJ ditujukan untuk menggali dan mengenalkan budaya daerah sebagai akar budaya nasional.

Suwarsih berharap, setelah menyaksikan Baritan peserta KPJB bisa memahami nilai upacara adat di Kulon Progo tersebut.

"Apa yang ada di dunia ini semua atas izin Sang Pencipta dan manusia harus selalu bersyukur atas limpahan rejeki dalam bentuk hasil panen yang melimpah," katanya mengenai esensi dari upacara itu.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar