Disbud Sleman membina sanggar untuk memajukan budaya

id pembinaan sanggar sleman,seni tradisi sleman,pemajuan kebudayaan

Arsip Foto. Pertunjukan kethoprak di Sleman. (ANTARA/HO Disbud Sleman)

Sleman (ANTARA) - Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan pembinaan lembaga penggiat seni dan sanggar dalam upaya menjaga nilai adat, tradisi, dan seni serta memajukan kebudayaan.

"Revitalisasi adalah menghidupkan kembali objek pemajuan kebudayaan yang telah atau hampir musnah," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara di Sleman, Jumat.

Revitalisasi sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan pasal 26 ayat (3), menurut dia, antara lain dilakukan dengan menggali atau mempelajari kembali berbagai data objek pemajuan kebudayaan dan/atau objek pemajuan kebudayaan yang telah atau hampir musnah yang ada di dalam maupun luar negeri.

"Kemudian mewujudkan kembali objek pemajuan kebudayaan yang telah atau hampir musnah dan mendorong kembali penggunaan objek pemajuan kebudayaan yang telah atau hampir musnah," katanya.

Dalam upaya memajukan kebudayaan, ia menjelaskan, Dinas Kebudayaan Sleman menggunakan Dana Keistimewaan tahun 2019 untuk memfasilitasi sanggar untuk menggelar pementasan kesenian.

"Dua Sanggar di Kabupaten Sleman yang memperoleh fasilitas pembinaan sanggar ini adalah Sanggar Sekar Djagad dan Sanggar Budaya Wijaya kusuma," katanya.

Aji mengatakan, fasilitasi tersebut ditujukan untuk memopulerkan seni tradisional kerakyatan dan modern di kalangan masyarakat.

"Selain itu juga untuk menggali potensi sumber daya manusia (SDM) bidang seni, serta kelompok-kelompok atau sanggar seni," katanya.

Sanggar yang mendapat dukungan sudah menggelar pementasan. 

Sanggar Budaya Wijaya Kusuma di Padukuhan Grogol, Margodadi, Seyegan, menggelar pentas seni Maguyu-uyu, Tari Persembahan, Tari Putri Wijaya Kusuma, Rampak Putra Wijaya Kusuma, Pethilan Kethoprak, dan Campursari Putra Sekar Sumawur.

Padepokan Sekar Djagad, Mutihan, Madurejo, Prambanan, sudah mementaskan Wayang Orang Pakeliran (Sengkuni Gugur), Rampak Kendang Cikrak, Klanthang Mimis, dan Sendratari Siswa SMKI Yogyakarta.
Baca juga: Disbud Sleman menggelar Festival Ketoprak antarkecamatan
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar