Disdik Yogyakarta tegaskan tidak ada perpeloncoan PLS SMP

id PLS,siswa baru, SMP

Siswa baru mengikuti pengenalan lingkungan sekolah (PLS) di salah satu SMP Negeri di Kota Yogyakarta (Forpi Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menyebut tidak ada temuan perpeloncoan dalam pelaksanaan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah untuk jenjang SMP negeri maupun swasta di kota tersebut pada hari pertama, Senin (15/7).

“Kami sudah melakukan pemantauan ke beberapa sekolah baik negeri maupun swasta. Tidak ada kegiatan yang menjurus pada perpeloncoan atau perundungan sehingga merugikan siswa. Semua berjalan dengan baik,” kata Kepala Seksi Kurikulum Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Hasyim di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, seluruh kegiatan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) yang digelar pada hari pertama merupakan kegiatan yang positif dan edukatif sehingga bisa diikuti dengan nyaman oleh siswa baru.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan pada hari pertama PLS adalah pengenalan berbagai kegiatan ekstra kurikuler yang bisa diikuti siswa di sekolah. Keberadaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) pun sebatas membantu PLS seperti mengedarkan daftar hadir.

“Kami tidak temukan siswa yang harus membawa berbagai tugas yang merepotkan seperti tas dari karung tepung terigu merk tertentu, atau membawa tugas menghitung semut dan lainnya. Untuk papan nama, memang ada. Tujuannya memudahkan guru dan siswa saling mengenal. Tetapi, bentuknya pun tidak aneh-aneh,” katanya.

Dalam kegiatan hari pertama PLS, sejumlah sekolah juga menghadirkan orang tua siswa baru. “Ada penyerahan siswa baru untuk diterima di sekolah. Rata-rata, kegiatan PLS akan dilakukan selama tiga hari hingga Rabu (17/7) sesuai jam sekolah,” katanya.

Jika nantinya ditemukan pelanggaran PLS, Hasyim mengatakan, akan memberikan sanksi sesuai pelanggaran yang dilakukan.

Sementara itu, Koordinator Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta Baharuddin Kamba mengatakan, tidak ada kegiatan menjurus perpeloncoan selama PLS untuk jenjang SMP.

“Kami memantau di SMP Negeri 6 Yogyakarta. Pada saat itu, siswa sedang mengikuti sosialisasi tentang kenakalan remaja dengan narasumber dari Kepolisian Sektor Jetis Yogyakarta,” kata Kamba.

Kegiatan sosialisasi akan dilanjutkan dengan sosialisasi tentang narkoba agar tidak ada siswa yang menyalahgunakan narkoba dengan narasumber Badan Narkotika Nasional Provinsi DIY. Kegiatan PLS juga akan diisi dengan kunjungan ke Taman Pintar Yogyakarta.

“Kami tidak temukan siswa yang harus membawa tugas macam-macam seperti karung tepung atau kucir rambut dengan bentuk yang aneh-aneh,” katanya.
Baca juga: Disdik Yogyakarta melarang perpeloncoan selama PLS
 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar