Pelaku koperasi di Kulon Progo didorong menguasai teknologi informatika

id Koperasi,hari koperasi

Pelaku koperasi di Kulon Progo didorong menguasai teknologi informatika

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulon Progo Sri Harmintarti. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong pengelola koperasi menguasai Teknologi Informatika (TI) dalam menjalankan dan mengembangkan koperasi dalam menghadapi Industri 4.0.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulon Progo Sri Harmintarti di Kulon Progo, Senin, mengatakan kendala koperasi dalam menghadapi Industri 4.0 yakni belum profesionalnya sumber daya manusia pengelola Koperasi.

"Sekarang ini yang menjadi kendalanya, yakni masalah sumber daya manusia yang kurang profesional. Pelaku-pelaku koperasi ini melakukan kegiatan koperasi sebatas sampingan, jadi ada yang PNS, ada yang sampingnya paruh waktu di situ, juga tidak maksimal mengelola koperasinya. Rata-rata sumber daya manusia dari sisi usia sudah tua," kata Sri Harmintarti.

Ia mengatakan Dinas Koperasi dan UKM Kulon Progo memiliki pekerjaan rumah menggerakkan kaum milenial tertarik bergelut di bidang koperasi. Pihaknya berupaya memobilisasi generasi milenial ini menjadi suka atau kemudian tertarik untuk berkoperasi.

Pihaknya juga menyiapkan pengelola koperasi mampu bersaing dengan usaha lainnya, melalui pelatihan penyampaian profil koperasi dan menawarkan pemasaran melalui teknologi.

"Kami mendorong dengan literasi digital kepada koperasi, bagaimana mereka bisa masuk ke dalam jaringan-jaringan operasional digital marketplace," katanya.

Sri Harmintarti mengakui jumlah koperasi di Kulon Progo setiap tahunnya mengalami penurunan yang cukup signifikan, karena kendala sumber daya manusia dan pemasaran, serta perubahan orientasi koperasi.

Pada 2017 jumlah koperasi di Kulon Progo sebanyak 365 unit, kemudian berkurang 126 koperasi  karena 26 koperasi mati suri dan 100 unit dalam pembinaaan. Pada 2019 ini tinggal 258 koperasi.

Kemudian pada 2019 ini koperasi dihadapkan kepada tantangan Industri 4.0 yang harus menuntut sebuah perubahan dalam berbagai aspek. Hal ini tentu akan berdampak pada keberadaan koperasi selanjutnya.

Anggota Komisi II DPRD Kulon Progo Muhtarom Asrori mengharapkan Dinas Koperasi dan UKM melakukan pembinaan terhadap koperasi. "Koperasi saat ini memang harus berani melalukan inovasi, kalau tidak pasti akan ditinggalkan dan mati," katanya.

Baca juga: Koperasi di Yogyakarta belum banyak manfaatkan teknologi informasi
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar