Grand Inna Malioboro-Polresta Yogyakarta membagikan 50 helm SNI gratis

id Grand inna,Polresta,Helm

General Manager Grand Inna Malioboro Ni Komang Darmiati didampingi Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini menyerahkan helm yang dibagikan secara gratis kepada pengendara roda dua di halaman Hotel Grand Inna Malioboro, Senin sore. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Manajemen Hotel Grand Inna Malioboro berkolaborasi dengan Polresta Yogyakarta membagikan 50 helm standar nasional Indonesia (SNI) secara cuma-cuma kepada para pengendara roda dua yang melintas di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Senin sore.

Pembagian helm yang dilakukan di halaman hotel bintang empat itu bertajuk "Safety Riding on the Road" yang diselenggarakan sebagai rangkaian perayaan ulang tahun ke-111 Grand Inna Malioboro.

"Melalui pembagian helm ini kami berkomitmen agar setiap pengendara yang masuk wilayah Malioboro bisa menghormati dan memahami benar tentang pelaksanaan berkendara aman (safety riding)," kata General Manager Grand Inna Malioboro Ni Komang Darmiati.

Menurut Ni Komang, pembagian helm secara gratis bagi pengendara itu menunjukkan bahwa Grand Inna Malioboro selalu ingin menyediakan yang terbaik, bukan hanya untuk pelanggan hotel tetapi juga masyarakat pada umumnya. "Sehingga kami mendapatkan sumbangan sebanyak 50 helm dari Polresta Yogyakarta," kata dia.

Dalam acara yang dimulai pukul 15:30 WIB itu, petugas kepolisian memilih secara acak pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan Malioboro dengan helm yang dinilai tidak memenuhi standar. Para pengendara kemudian diarahkan ke halaman Hotel Grand Inna Malioboro untuk menukarkan helm lamanya dengan helm baru setelah seluruh kelengkapan berkendaranya dinilai lengkap.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini mengapresiasi upaya Grand Inna Malioboro yang berinisiatif ikut mengampanyekan keamanan dalam berkendara. Kampanye itu sangat penting mengingat jumlah kecelakaan lalu lintas hingga kini cukup besar.

"Kita tahu kematian di jalan raya jumlahnya lebih banyak daripada korban bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki maupun peperangan.

Adapun penggunaan helm berstandar, lanjut dia, memiliki peran yang sangat penting untuk menekan jumlah kematian akibat kecelakaan itu. Pasalnya, sebagian besar korban kecelakaan dengan luka di kepala hampir dipastikan meninggal dunia.

"Kalau luka di tangan atau kaki biasanya masih hidup. Tetapi kalau di kepala biasanya langsung meninggal karena bagian paling rapuh di tubuh kita adalah kepala," kata dia.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar