Wabup Kulon Progo siap lanjutkan "mega pembangunan"

id Kulon Progo,Hasto,Sutedjo

Acara perpisahana Hasto Wardoyo bersama Forkominda dan OPD Kabupaten Kulon Progo. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Wakil Bupati Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sutedjo akan melanjutkan program "mega pembangunan" yang ditinggalkan Hasto Wardoyo yang menjabat sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional pusat.

Sutedjo di Kabupaten Kulon Progo, Selasa, mengatakan program pembangunan yang belum terlaksana mulai dari percepatan pembangunan jalan menuju bandara atau ring road, jalur kereta bandara, embarkasi haji, bedah menoreh, menyelesaikan pembangunan RSUD Wates berskala internasional hingga pembangunan aerotropolis.

Selain itu, ia bertekad mempertahankan program pembangunan yang telah dijalankan sejak 2011, yakni kawasan tanpa rokok, beras untuk PNS, pendidikan karakter, hingga Tomira.

"Kami akan melanjutkan misi dan visi yang telah kami tuangkan dalam RPJMD 2017-2022, megaproyek, mega pembangunan, dan kami akan membuat program-program inovasi lain dalam rangka percepatan pembangunan di Kulon Progo," kata Sutedjo dalam acara Pelepasan Hasto Wardoyo.

Ia berharap semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selalu melaksanakan tugas sesuai perencanaan. Selain itu, ikut menyukseskan RPJMD 2017-2022.

"Saya juga berharap, aparat pemerintah selalu ingat dengan motivasi dan sindiran dari Pak Hasto, seperti untuk tetap always on, tidak boleh congkak, ataupun jangan sampai merasa sudah tahu apa-apa," harapnya.

Ia mengaku sampai saat ini, SK pengunduran diri Hasto Wardoyo sebagai bupati belum turun dari Kemendagri. "Masih tunggu SK, Serahkan saja prosesnya nanti ke Kemendagri," katanya.

Disinggung terkait posisi Wakil Bupati Kulon Progo yang akan mendampinginya, ia mengaku menerima proses yang berlangsung. Keputusan siapa wakilnya ditentukan oleh parpol pengusung. Ia mengaku akan siap berdampingan bekerja dengan siapapun.

Sementara itu, mantan Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan berbagai tantangan ke depan Kulon Progo yang harus dihadapi antara lain mengawal Pembangunan Bandara Kulon Progo agar bisa bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, Pemkab Kulon Progo yang dinahkodai Sutedjo juga harus dengan cepat mengejar pengerjaan sabuk hijau di Selatan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

"Sutedjo ternyata sudah bekerja cepat, mulai bergerak menyiapkan sabuk hijau, juga beberapa hari lalu, sudah dua Tomira (Toko Milik Rakyat) yang diresmikan," kata Hasto.

Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati mengatakan ada tiga kata untuk Hasto Wardoyo, yakni visioner, Pancasilais, pengawal Tri Sakti Bung Karno. Sejak 28 Agustus 2011 dilantik menjadi Bupati Kulon Progo, angka kemiskinan turun drastis, dan pertumbuhan ekonomi naik tajam.

Kemudian, sebagai orang yang Pancasilais, Hasto Wardoyo membuat program perda KTR serta pengawal Tri Sakti Bung Karno dengan gerakan bela beli Kulon Progo, rasda, hingga Kulon Progo berdaulat di bidang pangan.

"Kami sangat keberatan kalau ke kancah nasional hanya menjadi Kepala BKKBN, kami mewakili aspirasi masyarakat Kulon Progo semoga masuk dalam jajaran kabinet yang baru," harap Akhid.
Baca juga: Kulon Progo mengkaji penyusunan RDTR Kawasan Strategis Bandara
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar