Pemkab Kulon Progo perkenalkan koperasi kepada siswa SMP

id Koperasi,siswa smp

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulon Progo Sri Harmintarti. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai memperkenalkan koperasi kepada siswa sekolah menengah pertama dalam rangka menumbuhkan semangat kekeluargaan, kemandirian, demokrasi, gotong royong, transparansi sehingga dapat mewujudkan koperasi sebagai soko guru.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulon Progo Sri Harmintarti di Kulon Progo, Kamis, mengatakan pengenalan koperasi kepada generasi milenial dilakukan dengan mengadakan lomba tangkas terampil perkoperasian tingkat SMP/MTS se-Kabupaten Kulon Progo.

"Acara rutin diselenggarakan, mengingat koperasi sudah jelas tertuang pada UUD 1945 sebagai soko guru perekonomian Republik Indonesia, namun saat ini masih jauh yang kami harapkan. Untuk itu, generasi milenial ini diharapkan koperasi di Kulon Progo dapat berkembang," kata Sri Harmintarti.

Menurut dia, proses sosialisasi koperasi dimulai sejak dini dari SMP sampai perguruan tinggi (PT) sehingga melatih dan menjadi budaya masyarakat Indonesia. Dengan prinsip koperasi agar mereka terjun langsung di antaranya kekeluargaan, kemandirian, demokrasi, gotong royong, transparansi sehingga dapat mewujudkan Koperasi sebagai Soko guru.

Di samping itu lomba tangkas terampil perkoperasian untuk teknisnya membahas tentang pengetahuan kognitif seperti sejarah koperasi, kemudian soal-soal bersifat kearifan lokal, yang mendorong mereka untuk berpikir visioner tentang koperasi untuk ke depan seperti pengelolaan, inovasi dan lainya sehingga akan dipilih juara satu, dua dan tiga.

"Mereka akan dicek di sekolah masing-masing oleh pengawas koperasi. Tugas pengawas juga melakukan pembinaan sehingga outputnya dapat mengimplementasikan prinsip koperasi,” katanya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam Setda Kulon Progo Bambang Tri Budi Harsono mengatakan Dinas Koperasi dan UKM harus terus melakukan pengembangan koperasi,

Ada empat hal yang harus diperhatikan terkait pengembangan koperasi. Yakni memberikan kesempatan usaha yang seluas luasnya kepada koperasi, meningkatkan dan memantapkan kemampuan koperasi agar menjadi koperasi yang sehat, tangguh dan mandiri, mengupayakan tata hubungan yang saling menguntungkan antara koperasi dengan badan usaha dan membudayakan koperasi dalam masyarakat.

Selain itu membudayakan koperasi di masyarakat, sejak dini itu sangat penting. Generasi muda harus mempelajari dan memahami mengenai perkoperasian, diharapkan generasi muda memiliki jiwa wirausaha.

"Kami berharap kepada segenap peserta Tangkas Terampil Perkoperasian, agar dapat menggunakan kesempatan ini untuk menampilkan kemampuan terbaiknya dalam pemahaman tentang perkoperasian, sehingga mampu berprestasi,” harapnya.
Baca juga: Gunung Kidul membubarkan 71 koperasi tidak aktif
 
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar