Dinsos Sleman bentuk Satgas Antinapza dan Kampung Siaga Bencana

id Bupati Sleman,Dinsos Sleman,Satgas antinapza sleman,Kampung siaga bencana

Bupati Sleman Sri Purnomo mengukuhkan Satgas Antinapza dan Kampung Siaga Bencana. (Foto Istimewa)

Sleman (ANTARA) - Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta membentuk dan mengukuhkan Satuan Tugas Antinapza Berbasis Masyarakat dan Kampung Siaga Bencana.

Pengukuhan 16 Satgas Antinapza Berbasis Masyarakat dan 14 Kampung Siaga Bencana tersebut dilakukan Bupati Sleman Sri Purnomo dipusatkan di Gedung Serbaguna Sleman, Kompleks Lapangan Denggung, Selasa.

Pengukuhan tersebut merupakan salah satu upaya Pemkab Sleman melalui Dinsos Kabupaten Sleman untuk menanggulangi peredaran narkoba, psikotropika, dan zat adiktif (napza) serta pengurangan risiko bencana melalui Kampung Siaga Bencana (KSB).

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan dikukuhkannya satgas tersebut mengingat persebaran napza yang semakin masif, khususnya di kalangan milenial sekarang dengan tantangan tersendiri, yakni sudah menggunakan teknologi informasi dalam penyebarannya.

"Oleh karena itu penting bagi anggota satgas untuk jeli memantau jika menemukan prilaku mencurigakan, seperti merokok, ngelem, pelajar yang bolos, dan perkumpulan remaja yang tidak memberikan dampak positif," katanya.

Ia mengatakan demi tercapai masyarakat yang bersih napza perlu sinergi antarpemangku kepentingan, masyarakat, dan swasta secara terintegrasi.

"Kepada para kader PKK diminta untuk secara aktif memberikan penyuluhan kepada para ibu. Pembekalan bagi ibu merupakan langkah tepat mengingat ibu merupakan pendidik utama dalam keluarga yang bertugas mencegah terjadinya perilaku menyimpang dalam keluarga," katanya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengharapkan dengan dikukuhkan KSB dapat meningkatkan upaya mengurangi risiko bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

"Saya berharap Tagana Kabupaten Sleman memiliki program pengembangan kapasitas diri, tidak hanya sebatas kebencanaan, namun juga memiliki kegiatan yang berorientasi pada pembentukan sikap dan karakter generasi muda yang mandiri, kreatif , peduli, dan bertanggung jawab," katanya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman Eko Suhargono mengatakan saat ini sudah terbentuk 14 KSB yang tesebar di 13 kecamatan dengan masa bakti 2019-2022.

Satgas Antinapza Berbasis Masyarakat merupakan perwakilan 15 desa rintisan, yang beranggotakan masing-masing 40 orang, terdiri atas Karang Taruna, PKK, tokoh masyarakat, dan perangkat desa.

"Sampai dengan 2019 jumlah desa pelopor antinapza ada 59 desa," katanya.

Baca juga: Pemkab Sleman bersama BNN mencegah penyalahgunaan narkoba
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar