Dinas Sosial Kota Yogyakarta mengapresiasi warga kembalikan KMS

id KMS, KSJPS, kemiskinan

Ilustrasi - Kartu Menuju Sejahtera (KMS) (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Yogyakarta mengapresiasi warga yang memilih mengembalikan Kartu Menuju Sejahtera sebagai kepesertaan program keluarga sasaran jaminan perlindungan sosial karena merasa sudah tidak lagi menjadi warga miskin.

“Kami sangat mengapresiasi keputusan warga. Ini menunjukkan bahwa warga jujur dalam menilai kondisi kesejahteraan mereka yang sudah meningkat sehingga memutuskan untuk keluar dari program perlindungan sosial,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta Agus Sudrajat di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, sikap dari empat warga Kelurahan Cokrodiningratan yang mengembalikan Kartu Menuju Sejahtera (KMS) dan Program Keluarga Harapan tersebut dapat menjadi contoh bagi warga lain yang sudah mampu tetapi masih masuk dalam program jaminan perlindungan sosial.

“Untuk saat ini, memang baru warga dari Kelurahan Cokrodiningratan tersebut yang mengembalikan KMS, belum ada yang lain,” kata dia.

Pemerintah Kota Yogyakarta terus melakukan berbagai program penanggulangan kemiskinan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya, masyarakat yang sudah keluar dari garis kemiskinan tidak kembali masuk dalam kategori miskin tetapi kondisi kesejahteraan mereka terus meningkat. Begitu pula dengan masyarakat yang masih masuk dalam kategori miskin bisa keluar dari garis kemiskinan,” katanya.

Pendataan untuk warga miskin yang akan menerima bantuan program perlindungan sosial pada 2020 masih terus dilakukan.

“Pada September atau Oktober akan dilakukan uji publik tahap dua. Tujuannya adalah data warga miskin yang menjadi penerima program benar-benar valid dan tidak salah sasaran,” katanya.

Dalam uji publik dua tersebut, masyarakat dapat memberikan masukan terhadap calon penerima program perlindungan sosial. Jika ada warga yang dinilai sudah sejahtera tetapi masih masuk dalam data maka masyarakat bisa memberikan masukan.

“Kami akan melakukan verifikasi dan klarifikasi cepat terhadap data yang dimaksud untuk memastikan apakah warga tersebut masih masuk kategori sebagai penerima perlindungan sosial atau tidak,” katanya.

Pada tahun ini, Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan penurunan angka kemiskinan 0,7 persen. Pada tahun lalu, angka kemiskinan di Kota Yogyakarta turun 0,66 persen dari 7,64 menjadi 6,98 persen.

Sesuai RPJMD DIY, Kota Yogyakarta ditargetkan menurunkan angka kemiskinan hingga 6,24 persen pada 2019 dan pada 2022 angka kemiskinan ditargetkan turun menjadi 5,45 persen.

Baca juga: Ada pengaduan warga tidak menerima KMS

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar