WNA asal Australia diduga depresi ingin melompat dari lantai 2

id wilayah Kuta,Depresi,WNA Australia

WNA asal Australia diduga depresi ingin melompat dari lantai 2

Pedagang menawarkan dagangannya kepada wisatawan di objek wisata Pantai Kuta, Badung, Bali, Selasa (16/7/2019). Sejumlah objek wisata di wilayah Badung terpantau tetap ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai negara pascagempa bumi berkekuatan 5,8 SR di laut dengan jarak 80 km arah Selatan Negara, Jembrana, Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/ama.

Badung (ANTARA) - WNA asal Australia dengan inisial J yang diduga depresi ingin melompat dari lantai 2 rumah warga Kuta, Bali.

"Hari ini WNA Australia si J berencana mencari anak pemilik rumah yang namanya Nyoman Patra, hanya saja Nyoman Patra saat itu sedang memandu wisatawan dan tidak ada di rumah," kata Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu Ika Prabawa di Polsek Kuta, Senin.

Sebelumnya, WNA Australia ini berkunjung ke rumah I Nyoman Patra sekitar pukul 05.00 pagi. Namun saat itu J belum bertemu dengan Nyoman Patra.

Rumah dari I Nyoman Patra beralamat di Jalan Majapahit Nomor 81, Kuta. J dan Nyoman Patra sudah saling mengenal satu sama lain sejak lima tahun terakhir.



Ika Prabawa menuturkan, setelah berada di rumah Nyoman Patra, secara tiba-tiba J berbicara sendiri. J lalu melanjutkan dengan memukul meja yang berada di dalam rumah Nyoman Patra.

Ketika menjelang pagi, J lalu naik ke lantai dua melalui tangga menuju sanggah (tempat persembahyangan Hindu), kemudian berteriak dan mengancam akan melompat ke jalan raya dari lantai 2.

"Turis asing ini, katanya berteriak, terus dia mengancam mau melompat dari lantai dua ke arah jalan raya. Yang punya rumah ini lalu menghubungi kepala lingkungan dan melapor ke Polsek Kuta," katanya.

Kemudian, J didatangi oleh petugas dibantu bersama warga setempat untuk diamankan. Kemudian, J oleh Satpol PP dibawa ke Puskesmas terdekat yang berada di wilayah Kuta.

Dari Puskesmas, lalu J dirujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar, untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut.

"Dugaan sementara tamu asing (dengan inisial J) tersebut mengalami depresi,," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar