Tambahan usulan penerima BPNT Yogyakarta menunggu kartu

id BPNT,usulan baru

Ilustrasi - Jumpa pers Forum Sosialisasi Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Yogyakarta, Jumat. (Foto Antara/Luqman Hakim) (Foto Antara/Luqman Hakim/)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Yogyakarta mengajukan tambahan usulan baru penerima bantuan pangan nontunai sekitar dua bulan lalu dan warga sasaran yang diusulkan hingga kini masih menunggu kartu kepesertaan dari bank untuk pencairan dana.

“Total penerima BPNT di Kota Yogyakarta yang sudah memiliki kartu ATM dari bank mencapai sekitar 11.000 peserta dan kami ajukan tambahan sekitar 4.000 orang. Tambahan peserta tersebut sudah masuk dalam basis data tetapi memang belum memperoleh kartu sampai sekarang,” kata Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Yogyakarta Iriyanto Edi Purnomo di Yogyakarta, Rabu.

Menurut Iriyanto, Dinas Sosial Kota Yogyakarta akan terus berusaha melakukan verifikasi dan penyisiran data warga miskin di Kota Yogyakarta yang dinilai masih layak untuk diajukan memperoleh BPNT agar jumlah penerima sesuai dengan kuota yang ditetapkan pusat. Kota Yogyakarta memiliki kuota sebanyak 17.634 penerima BPNT.

Usulan baru yang diajukan ke pusat, lanjut Iriyanto, merupakan hasil penyisiran yang dilakukan terhadap warga yang masuk dalam basis data terpadu (BDT) dan seluruh penerima program keluarga sasaran jaminan perlindungan sosial (KSJPS) 2019.

“Seluruh warga yang masuk KSJPS 2019 sudah diusulkan menjadi penerima BPNT. Kami akan sisir lagi supaya kuota bisa terpenuhi,” katanya.

Hingga saat ini, lanjut dia, penyaluran BPNT di Kota Yogyakarta sudah dilakukan tujuh kali. “Biasanya dilakukan pada akhir bulan tetapi sejak Lebaran berubah menjadi tiap tanggal 10. Penyaluran pun lancar dan penerima sudah terbiasa dengan sistem penyaluran yang diterapkan. Mereka sudah hafal,” katanya.

Sama seperti sejak program bantuan tersebut digulirkan, penerima bantuan memperoleh dana Rp110.000 per bulan yang bisa digunakan untuk mencairkan bantuan berupa bahan makanan pokok, yaitu beras dan telur.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta Agus Sudrajat mengatakan, validasi data terhadap penerima BPNT juga terus dilakukan untuk memastikan penerima adalah warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Sejauh ini, lanjut Agus, penerimaan BPNT di Kota Yogyakarta berjalan baik dan tidak banyak keluhan dari penerima.

“Beberapa kendala yang pernah muncul adalah masuknya dana bantuan ke rekening penerima lain karena nama yang hampir sama. Tetapi, masalah bisa diatasi setelah kami melapor,” katanya.
Baca juga: Kemenko PMK apresiasi penyaluran BPNT DIY-Jateng
 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar