Forpi Sleman menyoroti besarnya anggaran pelantikan anggota DPRD

id dprd Sleman,anggaran dprd

Forpi Sleman menyoroti besarnya anggaran pelantikan anggota DPRD

Perwakilan kepala desa di Sleman menyampaikan tuntutan menolak e-voting dalam pelaksanaan pilkades. (Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (ANTARA) - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyoroti besarnya anggaran pelantikan anggota DPRD Kabupaten Sleman periode 2019-2024 yang mencapai Rp212,9 juta karena dinilai terlalu boros.

"Anggaran pelantikan dewan baru tersebut terlalu besar, ini merupakan pemborosan dan hanya terkesan menonjolkan sisi pestanya saja," kata anggota Forpi Sleman, Hempri Suyatna di Sleman, Senin.

Menurut dia, pelantikan anggota dewan yang terpenting adalah substansinya, buka sisi kemewahannya.

"Substansi dari pelantikan adalah 50 orang anggota dewan yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman resmi menjabat. Di situ ada pengucapan sumpah jabatan. Sehingga tidak perlu banyak anggaran yang dikeluarkan," katanya.

Ia mengatakan, dengan pelantikan yang terkesan mewah, hal itu menunjukkan kesan elite politik yang kurang berempati dan terkesan kurang memberikan teladan kepada masyarakat bagaimana hidup sederhana.

"Rasa empati ini yang selama ini saya nilai kurang dari para elite politik, rasa keberpihakan kepada rakyat seperti kurang," katanya.

Hempri mengatakan, pelantikan yang dilakukan dengan mewah tidak menjamin kualitas dewan yang baik. Anggaran yang digunakan untuk pelantikan juga seharusnya bisa dihitung ulang guna efisiensi anggaran.

"Dana dari anggaran itu kan bisa sebagian dialokasikan untuk program kesejahteraan rakyat," katanya.

Ia juga mengingatkan kepada dewan terpilih agar berkomitmen untuk menepati janji semasa kampanye serta masih banyak pekerjaan rumah yang menanti.

"Seperti angka ketimpangan sosial, penataan toko modern, perlindungan kawasan pertanian, pengelolaan potensi wisata dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Termasuk masalah sosial seiring dengan perkembangan kota," katanya.

Sekretaris DPRD Kabupaten Sleman Fransisca Retno Wisudawati mengatakan pelantikan dewan baru tidak dilakukan di gedung DPRD Sleman karena saat ini tengah dilakukan renovasi untuk gedung DPRD.

"Nantinya, Pendopo Parasamya Setda Kabupaten Sleman akan diubah menyerupai ruang rapat paripurna. Oleh karenanya anggaran yang diperlukan menjadi Rp212,9 juta," katanya.

Ia mengatakan, anggaran tersebut akan digunakan untuk keperluan mulai dari sewa tenda, katering, serta sarana dan prasarana lainnya.

"Pelantikan tersebut akan dihadiri sekitar 580 tamu undangan, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, perwakilan partai politik peserta pemilu, hingga keluarga anggota dewan, baik anggota dewan yang lama maupun yang baru. Kami juga telah melakukan pembatasan undangan agar tidak terlalu banyak," katanya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sleman periode 2019-2024 rencananya dilantik pada 12 Agustus 2019.

Pelantikan itu akan dilaksanakan di Pendopo Parasamya Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. Total anggaran yang digunakan untuk pelantikan mencapai Rp212,9 juta.

Baca juga: Anggaran jas-atribut 50 anggota DPRD Sleman Rp260 juta
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar