Lima pemain baru Ligue 1 paling "ditakuti"

id Idrissa Gueye,Andre Villas-Boas,Hwang Ui-Jo

Hwang Ui-Jo menjadi pemain Korea Selatan kesekian yang berkiprah di liga Eropa dengan membela Bordeaux pada Liga Utama Prancis, Ligue 1. (Reuters)

Paris, Prancis (ANTARA) - Juara liga Prancis Paris Saint-Germain kembali menjadi favorit kuat mengangkat trofi liga ketujuh kalinya dalam delapan musim setelah dua musuh terbesarnya Lille dan Lyon menjual pemain-pemain andalannya.

Ketika tim asuhan Thomas Tuchel tetap diperkuat Neymar, Lille malah kehilangan Nicolas Pepe yang merapat ke Arsenal, sedangkan Lyon sudah tak diperkuat lagi oleh Nabil Fekir, Ferland Mendy dan Tanguy Ndombele.

Berikut lima wajah baru Liga Utama Prancis yang mesti diwaspadai selama musim 2019-2020 versi AFP Sport:

Idrissa Gueye
Pemain timnas Senegal ini kembali ke Prancis pekan lalu setelah PSG membelinya pada harga 32 juta euro untuk memperkuat lapangan tengah sang juara Prancis yang memang menjadi area yang paling perlu diperkuat.

Gueye (29) sudah tujuh tahun membela Lille sebelum pindah ke Inggris pada 2015 untuk membela Aston Villa dan kemudian Everton. Dan kini dia kembali ke Prancis dengan klub barunya, PSG.

Gueye bersinar ketika Senegal mencapai final Piala Afrika setelah dia menjadi jembatan penghubung antara barisan belakang dan barisan depan. PSG berharap kemampuan berebut bola Gueye kain memperkuat opsi serangan mereka.



Abdou Diallo
Pembelian mantan bek timnas Prancis U-21 ini dari Borussia Dortmund menyimpulkan masa Thiago Silva di PSG mendekati masa akhir.

Diallo (23) akan reuni dengan Kylian Mbappe setelah duet ini menjadi faktor utama di balik sukses Monaco menjuarai liga Prancis 2016-2017.

Dua tahun dia sukses bersama Mainz dan Dortmund di Jerman berkat kelincahan dan kedayagunaannya bergerak di sisi kiri lapangan. Diallo juga menjadi investasi jangka panjang PSG yang mengikatnya dalam kontrak lima tahun.

Sylvinho
Mantan bek serang Barcelona dan Arsenal itu menjadi pilihan bos Lyon yang juga sesama orang Brasil, Juninho, untuk memimpin skuat Lyon.

Sylvinho (45) pernah menjadi tangan kanan pelatih timnas Brasil Tite dan menjadi orang yang menyiapkan tim yang bertanding pada Olimpiade 2020 di Jepang.

Dia menjadi pelatih Lyon yang finis ketiga musim lalu dan menguasai satu tempat di Liga Champions. Dia diserahi tugas mentransformasi Lyon dari dana hasil penjualan Mendy, Ndombele, dan Fekir.

Di bawah Sylvinho, Lyon mendapat suntikan pemain baru dari bek kanan Joachim Andersen dan gelandang Thiago Mendes.



Andre Villas-Boas
Anak didik Jose Mourinho ini dibebani tugas membangkitkan lagi raksasa liga Prancis, Marseille.

Juara Eropa 1993 itu mengalihkan perhatian kepada mantan pelatih Chelsea, Tottenham, Porto dan Zenit St Petersburg itu setelah musim lalu tercecer pada urutan kelima klasemen di bawah pelatih Rudi Garcia.

Dia mulai terkenal sejak memoles Porto dari awalnya menjadi asisten pelatih Mourinho sebelum menjadi pelatih paling muda yang menjuarai sebuah kompetisi UEFA ketika Porto merebut trofi Liga Europa 2010-2011.

Hwang Ui-Jo
Penyerang ini menjadi pesepak bola Korea Selatan pertama yang bermain untuk Bordeaux setelah meneken kontrak empat tahun bersama klub ini.

Hwang mengawali karir profesional di Seongnam yang menjadi klub sepak bola paling sukses di Korea Selatan, sebelum dua tahun membela Gamba Osaka di Jepang.

Pemain berusia 26 tahun itu dipilih sebagai pemain terbaik Korea Selatan musim lalu oleh federasi sepak bola negara itu.

Hwang bergabung dengan striker Reims sesama Korea Selatan, Suk Hyun-Jun, di Ligue 1. Pelatih Bordeaux Paulo Sousa mengharapkan rekrutan barunya mengimbuhkan kualitas pada tim yang sedang memperbaiki diri itu setelah terperosok ke urutan ke-14 musim lalu.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar