Pemkab alirkan air Intake Kalibawang selamatkan tanaman padi di Sentolo

id Intake Kalibawang,Kulon Progo

Pemkab alirkan air Intake Kalibawang selamatkan tanaman padi di Sentolo

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Muh Aris Nugroho. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai mengalirkan air dari Intake Kalibawang dengan debit 7 meter kubik per detik yang diharapkan mampu  menyelamatkan tanaman padi di Sentolo.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Muh Aris Nugroho di Kulon Progo, Rabu, mengatakan pihaknya telah melakukan monitoring dan evaluasi pembangunan Tawang Bowong, hasilnya sangat bagus sehingga saluran irigasi Kalibawang langsung dapat mengalirkan air sejak 1 Agustus.

"Ini sesuai kesepakatan bahwa pada 1 Agustus, air dari Intake Kalibawang dapat mengalir sehingga bisa menyelamatkan wilayah Sentolo untuk jaringan penjalin, dan saluruan Irigasi Kalibawang sistem juga sudah mulai tanam padi," kata Aris.

Sudah ada pembagian air Sungai Progo yang dialirkan ke Intake Kalibawang dan Intake Karangtalun. Dengan ketentuan dari debit air Sungai Progo, 30 persen dialirkan ke Intake Kalibawang dan 70 persen ke Intake Karangtalun.

Air yang dialirkan ke Intake Kalibawang untuk pengairan pertanian seluas kurang lebih 7.000 hektare (ha) di wilayah Kabupaten Kulon Progo dan air yang dialirkan ke Intake Karangtalun untuk pengairan seluas kurang lebih 30.000 hektare, meliputi di Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta dan sebagian Kabupaten Bantul.

"Setiap 15 Juli hingga 1 Agustus Intake Kalibawang dimatikan untuk perbaikan dan perawatan jaringan, serta menjaga tata pola tanam di Kulon Progo," katanya.

Sementara itu, Petugas Intake Kalibawang Rahmadi mengatakan sesuai keputusan hasil pertemuan Gabungan Paguyuban Petani Pemakai Air (GP3A), sebagian air Sungai Progo dialirkan ke saluran paea 06.00. Sehari menjelang intake saluran irigasi Kalibawang dibuka, debit air Sungai Progo tinggal sekitar 21 meter kubik. Debit air sungai tersebut harus berbagi di intake Karangtalun untuk pengairan ke saluran Selokan Mataram.

"Intake tetap akan dibuka untuk kapasitas 7 meter kubik per detik. Air yang mengalir ke saluran diperkirakan tidak dapat maksimal sesuai permintaan. Permasalahannya, debit Sungai Progo menyusut dan harus berbagi dengan air yang dialirkan melalui Intake Karangtalun," ujar Rahmadi.

Menurutnya, dengan debit air Sungai Progo 21 meter kubik per detik, air yang dialirkan ke intake Karangtalun hanya 16 meter kubik. "Kemampuan maksimal air sungai yang dapat dialirkan ke Intake Kalibawang tinggal 5 meter kubik per detik," katanya.
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar