Hewan tidak layak kurban di Yogyakarta belum ditemukan

id hewan kurban, kesehatan, layak kurban

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Kota Yogyakarta (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta belum menemukan sapi dan kambing yang dijual di sejumlah pasar "tiban" yang dinyatakan tidak layak sebagai hewan kurban.

“Sampai sekarang, belum ditemukan hewan kurban yang tidak layak kurban. Semua memenuhi syarat kesehatan dan syarat sebagai hewan kurban,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto di Yogyakarta, Kamis.

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta mulai menerjunkan petugas untuk melakukan pemantauan kesehatan hewan kurban di pasar-pasar tiban sejak akhir Juli. Hewan yang dinyatakan memenuhi syarat kesehatan dan syarat sebagai hewan kurban akan mendapat tanda berupa kalung berwarna kuning.

“Untuk penyakit-penyakit ringan seperti mata merah dan berair masih ditemukan tetapi bisa diobati dan tidak menganggu kondisi kesehatan hewan secara umum sehingga hewan tetap dinyatakan layak kurban,” kata Sugeng.

Bagi pedagang hewan kurban di pasar tiban, Sugeng berharap agar pedagang benar-benar memperhatikan kesejahteraan hewan kurban dengan memberikan makan dan minum cukup serta menjaga kondisi kebersihan kandang.

“Kandang juga harus diberi atap dan kondisi kandang tidak terlalu sesak agar hewan tetap bisa bergerak dengan nyaman serta tidak berjualan terlalu ke tepi jalan,” katanya.

Selain menerjunkan petugas untuk memantau kesehatan hewan kurban secara langsung di pasar-pasar tiban, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta juga membuka layanan unit reaksi cepat (URC) kesehatan hewan kurban.

Masyarakat bisa menghubungi URC apabila hewan kurban yang dibeli mendadak sakit atau belum yakin dengan kondisi kesehatan hewan kurban yang dibeli.

“Biasanya, masyarakat juga membeli hewan kurban secara langsung ke peternak. Jika merasa belum yakin dengan kondisi kesehatan hewan yang dibeli, maka masyarakat bisa menghubungi URC. Kami akan datang dan layanan diberikan gratis,” katanya.

Pada H-1 Idul Adha, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta akan melakukan pemantauan ante mortem dan post mortem usai penyembelihan. “Kami ajukan kebutuhan tambahan tenaga pemeriksa ke Fakultas Kedokteran Hewan UGM,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar