Perempuan disabilitas Sleman diberi pelatihan keterampilan

id Disabilitas perempuan,Pemkab Sleman ,Pelatihan disabilitas,P3AP2KB sleman

Pelatihan keterampilan menyulam bagi perempuan penyandang disabilitas di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (FOTO ANTARA/ istimewa)

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) memfasilitasi pelatihan perempuan penyandang disabilitas.

"Pelatihan dilaksanakan pada Kamis (8/8) dan Jumat (9/8) di Aula Dinas P3P2KB Kabupaten Sleman, yang diikuti 35 orang dari anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sleman," kata Sekretaris Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman Tina Hastani di sela pelatihan, Kamis.

Menurut dia, kegiatan pelatihan ini merupakan kerja sama P3AP2KB Kabupaten Sleman dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan nak (Kemen PPPA) Republik Indonesia.

"Pelatihan yang diberikan dalam kegiatan tersebut berupa pelatihan keterampilan berupa menyulam," katanya.

Ia mengatakan, selain pelatihan juga diadakan diskusi terkait kebijakan hukum dan kebijakan perlindungan hak perempuan pada penyandang disabilitas.

"Pelatihan ini diberikan karena perempuan penyandang disabilitas rentan mendapatkan diskriminasi dan kekerasan. Dengan pelatihan ini diharapkan mereka lebih mandiri, percaya diri dan berdaya untuk dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat," katanya.

Tina mengatakan bahwa disabilitas bukan suatu beban karena potensi yang ada dapat digali bersama. Pemerintah juga telah membuka akses untuk meningkatkan keberdayaan para penyandang disabilitas.

"Diharapkan melalui kegiatan ini dapat mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender yang proporsional bagi disabilitas di Kabupaten Sleman," katanya.

Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam Situasi Darurat dan Kondisi Khusus Kemen PPPA, Nyimas Aliah mengatakan bahwa fasilitasi pelatihan keterampilan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian perempuan penyandang disabilitas menuju masyarakat inklusif.

"Dengan meningkatnya keterampilan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian, maka diharapkan angka kesenjangan ekonomi terhadap perempuan terutama penyandang disabilitas dapat menurun," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar