Pemadam kebakaran Gunung Kidul mengimbau masyarakat waspadai kebakaran

id Pemadam kebakaran,Gunung Kidul

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kabupaten Gunung Kidul. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran karena di musim kering ini potensi kebakaran semakin meningkat dan upaya pemadaman akan lebih sulit karena cadangan air yang semakin terbatas.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Gunung Kidul Diyono di Gunung Kidul, Jumat mengatakan kebakaran terakhir terjadi pada kandang ayam di Desa Bejiharjo, Karangmojo, pada Selasa (6/8) malam.

"Di dalam peristiwa ini kandang yang berisi ribuan ayam ludes terbakar hingga menyisakan puing-puing kandang. Kerugian ditaksir mecapai ratusan juta rupiah,” katanya.

Diyono menjelaskan sejak awal tahun hingga Agustus ini sudah ada 24 kejadian kebakaran. Jumlah itu, katanya, hampir menyamai kejadian kebakaran di tahun lalu yang mencapai 25 kasus. “Ini yang harus diwaspadai masyarakat sehingga tidak menjadi korban kebakaran," katanya.

Dia menuturkan di puncak musim kemarau seperti ini, potensi kebakaran akan semakin tinggi. Di sisi lain, cadangan air yang makin minim dan embusan angin kencang semakin menyulitkan upaya pemadaman api jika terjadi kebakaran.

"Istilahnya di musim kemarau seperti sekarang ini, membuang puntung rokok secara sembarangan bisa menyebabkan kebakaran. Jadi, untuk antisipasi, warga harus lebih berhati-hati lagi,” katanya.

Menurut dia, kebakaran yang terjadi disebabkan beberapa faktor, mulai dari hubungan arus pendek listrik, elpiji hingga kesalahan tidak lupa mematikan kompor.

“Kalau penyebab merata. Bahkan ada juga yang awalnya hanya membakar sampah, tapi menyulut terjadinya kebakaran lahan,” ujar Diyono.

Babinsa Desa Bejiharjo Sertu Widodo mengatakan pada Selasa (6/8) malam kandang ayam milik Supardiyono di Dusun Bulu, Bejiharjo, Karangmojo, terbakar. Diduga penyebab kebakaran dikarenakan pemilik lupa mematikan alat pemanas kandang.

"Pada saat menyalakan, pemilik ketiduran dan bangun-bangun kandang sudah terbakar,” katanya.

Tak ada korban dalam kejadian ini. Namun begitu, pemilik kandang ayam harus menanggung kerugian hingga mencapai Rp300 juta. Adapun rinciannya, kandang ayam senilai Rp170 juta. Selain itu, sebanyak 5.500 ekor ayam senilai Rp80 juta dan 60 sak pakan ayam senilai Rp24 juta juga ikut menjadi amukan si jago merah.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar