Presiden Jokowi menyumbang dua ekor sapi kurban untuk DIY

id Sapi,Kurban,Presiden,Yogyakarta

Sapi bantuan Presiden Jokowi jenis Simmetal seberat 1.118 kg untuk Gunung Kidul di Halaman Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Jumat. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyumbangkan dua ekor hewan kurban berupa sapi peranakan ongole (PO) dengan berat 1.037 kilogram (kg) atau sapi Jawa dan sapi jenis simental dengan berat 1.118 kg untuk Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hewan Kurban tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X kepada takmir masjid yang telah ditunjuk di Halaman Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Jumat.

"Sapi bantuan Presiden jenis Simmetal seberat 1.118 kg diserahkan kepada Takmir Masjid Nur Maunah, Gunung Kidul. Sedangkan Sapi Banpres jenis PO seberat 1.037 kg diserahkan kepada Takmir Masjid Istana Negara Yogyakarta," kata Kepala Bagian Humas Biro Umum, Humas, dan Protokol Setda DIY Ditya Nanaryo Aji.

Selain Presiden Jokowi, kata Ditya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X juga menyumbangkan tujuh ekor sapi jenis PO untuk dikurbankan pada Idul Adha 1440 Hijriah.

Dua ekor sapi dari Gubernur DIY dan Wagub DIY masing-masing senilai Rp30 juta diserahkan kepada Takmir Masjid Gede Kauman dan Takmir Masjid Pakualaman.

Sedangkan lima ekor lainnya masing-masing senilai Rp24 juta kepada Takmir Masjid Agung Al Ikhlas, Gunung Kidul, Takmir Masjid Baitussalam, Sleman, Takmir Masjid Pangeran Diponegoro, Yogyakarta, Takmir Masjid Al Muttaqin, Bantul, dan Takmir Masjid Al Barokah, Kulon Progo.

Asisten Pemberdayaan Sumberdaya Masyarakat Pemda DIY Arofa Nur Indriani mengatakan sembilan ekor sapi kurban tersebut secara keseluruhan dinyatakan memenuhi persyaratan sesuai Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pemotongan hewan yakni memenuhi persyaratan syariat Islam yaitu hewan sehat, tidak cacat ,tidak kurus, berjenis kelamin jantan dan cukup umur.

Pengujian kelayakan kedua sapi tersebut dilakukan awal Juli 2019 lalu. Selain itu Surat Keterangan Asal dan Kesehatan Hewan (SKKH) juga telah diterbitkan oleh Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, tempat darimana sapi-sapi ini berasal.

"Sapi-sapi ini diambil dari Sleman dan merupakan sapi pilihan yang terbaik di DIY. Dari sisi kesehatan, kriteria dan penampilan sudah diseleksi semua," kata Arofa.

Khusus untuk kesehatan hewan, kata Arofa, juga sepenuhnya telah diserahkan kepada Balai Besar Veteriner Yogyakarta. Jadi selama satu bulan ini sapi-sapi ini sudah ditangani dengan baik dari makanan, vitamin, dan kesehatannya," kata dia.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar